Pemilik Akun Facebook Jadi Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemilik Akun Facebook Jadi Tersangka

Foto Pemilik Akun Facebook Jadi Tersangka

* Kasus Pencemaran Nama Baik Kasat Lantas

BLANGPIDIE – Penyidik Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan Herianto Marzuki (29) sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Kasat Lantas Polres Abdya Iptu Agung Pratomo. Warga Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee itu Senin besok (18/4) mulai dipanggil penyidik Polres untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim AKP Misyanto M SE kepada Serambi Jumat (15/4) menjelaskan penetapan Herianto sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik sudah cukup bukti. Penyelidikan kasus tersebut dilakukan setelah penyidik menerima laporan dari Kasat Lantas Polres Abdya Iptu Agung Pratomo.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, Herianto menuliskan informasi (status) yang dinilai mencemarkan nama baik Kasat Lantas Polres Abdya di laman Facebook miliknya. Status Facebook tersebut dianggap tidak pantas dialamatkan kepada Kasat Lantas Iptu Agung Pratomo terkait tindakan tilang dalam razia kendaraan bermotor di jalan raya kawasan Desa Persiapan Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil pada 27 Februari lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Polres Abdya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk saksi ahli Informasi Teknologi (IT) dari Fakultas MIPA Unsyiah, Muslim Amirin.

“Setelah cukup bukti, seperti print out tulisan pada laman Facebook dan keterangan saksi-saksi, maka penyidik menetapkan Herianto Marzuki sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim AKP Misyanto M. Tersangka juga telah dipanggil melalui surat untuk menghadap penyidik menjalani pemeriksaan Senin besok (18/4). Dalam kasus ini Herianto dijerat Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 45 Ayat 1,2,3 dan 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.

Herianto Marzuki MSi yang juga dikenal sebagai Direktur Aceh Research And Counsulting kepada Serambi, Jumat (15/4) malam mengatakan dirinya sudah menerima surat pemanggilan sebagai tersangka, Kamis (14/4) lalu. “Saya tidak gentar dan siap menjalani proses hukum seperti dituduhkan kepada saya,” ungkapnya.

Dia menolak tuduhan melakukan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Kasat Lantas Polres Abdya karena informasi yang disampaikan itu adalah benar adanya. Herianto mengatakan dirinya tidak bisa hadir untuk diperiksa penyidik Polres Abdya pada Senin (18/4). Sebab, tengah berada di Jakarta untuk agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Untuk menghadap penyidik dalam pemeriksaan Senin besok, Herianto menyerahkan kepada penasehat hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya untuk melakukan pendampingan.

Bukan saja kesiapan menjalani proses hukum di Polres Abdya, Herianto Marzuki juga menyatakan kesiapannya untuk melaporkan Kasat Lantas Polres Abdya kepada Kabid Propam Polda Aceh atas dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam razia kendaraan. “Saya bersama YARA Perwakilan Abdya segera melaporkan Kasat Lantas Polres Abdya ke Propam Polda Aceh,” ungkapnya.(nun) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id