Dandim Abdya Imbau Bintang Bulan tak Dikibarkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dandim Abdya Imbau Bintang Bulan tak Dikibarkan

Foto Dandim Abdya Imbau Bintang Bulan tak Dikibarkan

BLANGPIDIE – Dandim 0110 Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Puji Hartono, mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menaikkan atau mengibarkan bendera Bintang Bulan, karena belum ada ketentuan yang membenarkannya.

“Bila ada yang mengibarkan Bintang Bulan, maka personel TNI pasti segera menurunkannya,” kata Puji Hartono dalam acara pertemuan silaturrahmi dengan awak media di Makodim setempat, Kamis (14/4).

Penegasan tersebut disampaikannya terkait dengan berkembangnya informasi bahwa ada perintah untuk mengibarkan Bintang Bulan pada 30 April ini.

Terkait hal itu, Puji mengaku sudah berbicara dengan Bupati Abdya tentang belum dibenarkannya pengibaran Bintang Bulan. “Bupati sangat memahami, karena memang belum ada aturan. Karenanya, semua pihak kita minta tidak melakukannya,” katanya.

Puji Hartono juga menjelaskan, tidak dikibarkan Bintang Bulan juga merupakan kesepakatan Gubernur Aceh bersama Anggota Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) dan sudah disosialisasikan sampai ke daerah.

Menyinggung Pilkada 2017, TNI ia katakan siap untuk menyukseskannya. TNI dia tegaskan, tidak punya kepentingan terhadap siapapun yang terpilih sebagai pimpinan daerah dalam pilkada nanti. Ia juga sudah memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar tetap netral dalam pilkada.

Sebelumnya seperti pernah diberitakan harian ini, anggota Fraksi Partai Aceh DPRK se-Aceh dalam rapat yang berlangsung di ruang sidang utama Gedung DPRA, Selasa, 1 April 2016, mendesak agar Pemerintah Aceh segera melaksanakan Qanun tentang Bendera dan Lambang.

Mereka meminta Pemerintah Pusat untuk mengimplentasikan MoU Helsinki dan UUPA secara konsisten dan menyeluruh, serta meminta Gubernur dan Bupati/Walikota untuk melaksanakan Qanun Bendera dan Lambang paling lambat 30 April 2016. Apabila tidak, maka Fraksi PA se-Aceh mengancam akan menolak pelaksanaan Pilkada di Aceh.(nun) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id