Selang Oksigen Bayi Memang tidak Ada di Seunuddon | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selang Oksigen Bayi Memang tidak Ada di Seunuddon

Foto Selang Oksigen Bayi Memang tidak Ada di Seunuddon

LHOKSUKON – Selang oksigen untuk pasien yang masih bayi memang sudah lama kosong di Puskesmas Seunuddon, Aceh Utara. Akibatnya, petugas medis tak bisa menolong Muhammad Reza (16 bulan), balita asal Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon yang membutuhkan pasokan oksigen karena demam tinggi dan sesak napas pada Minggu (10/4) dini hari.

Setiba di puskesmas, balita itu sudah kritis, sehingga Razali (45) dan istrinya, Rohani (35), harus membawa anak mereka dari puskesmas ke bidan desa di kawasan itu karena ketiadaan selang oksigen. Tapi setiba di tempat bidan, balita itu diketahui sudah meninggal.

Demikian, antara lain, terungkap dari sejumlah keterangan petugas medis di puskesmas itu kepada Serambi, Rabu (13/4) siang. Bahkan menurut sejumlah pasien yang sedang dirawat di puskesmas itu, selang untuk orang dewasa baru dipasang pada tabung oksigen setelah ada pasien yang meninggal, yakni Muhammad Reza.

“Sebelumnya memang tak ada selang (untuk dewasa) pada tabung oksigen di dalam ruangan ini. Baru kemarin dipasang. Hanya satu tabung yang ada selangnya (untuk dewasa juga), itu pun sudah usang,” kata seorang warga yang berada di Puskesmas Seunuddon kepada Serambi kemarin.

Sementara itu, sejumlah petugas medis menyebutkan, selang untuk bayi memang tak ada, sehingga ketika Razali dan Rohani datang ke puskesmas itu, petugas medis tak bisa memberikan pelayanan. “Ketika kami dengar suara sepeda motor masuk pekarangan rumah, saya langsung bangun. Lalu Razali dan istrinya langsung masuk dan meminta dipasangkan oksigen pada anaknya yang sekujur tubuhnya sudah membiru,” kata Munir, petugas medis yang piket malam itu.

Saat itu, kata Munir, ia menyebutkan tak ada selang oksigen untuk bayi. Yang ada hanyalah untuk orang dewasa yang diameter selangnya lebih besar. “Ketika saya menawarkan pasang selang oksigen untuk orang dewasa, Umi itu (Rohani) menolaknya. Lalu saya menyarankan untuk dibawa ke bidan yang ada selang oksigen, tujuan saya mengatakan hal itu untuk membantunya, bukan tak bersedia melayani,” kata Munir didampingi sejumlah petugas medis lainnya.

Petugas medis lain juga menyebutkan, selang untuk orang dewasa tak bisa digunakan untuk bayi, karena tekanan udara lebih tinggi. “Kalau dipasang selang orang dewasan pada bayi, bisa kembung perutnya,” kata petugas medis lainya.

Sementara itu, Razali menyebutkan bukan menolak dipasangkan selang oksigen di hidung anaknya. “Tapi petugas medis menyebutkan tak ada selang untuk bayi saat itu. Mereka sempat menawarkan dipasang saja selang oksigen orang dewasa untuk anak saya. Tentu saja saya menolaknya dan saya tak melihat ada selang pada tabung oksigen saat itu,” katanya kemarin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Seunuddon, Zaituni kepada Serambi menyebutkan selang oksigen di puskesmasnya ada. Namun, selang oksigen untuk orang dewasa, bukan untuk balita. “Kita sudah menawarkan pasang oksigen, tapi keluarga pasien menolaknya. Jadi, kami tidak mungkin memaksa dan kami sudah melayani sesuai prosedur,” imbuhnya.

Ditanya, ketika tak ada selang oksigen untuk bayi di Puskesmas Seunuddon, apakah petugas medis harus membantu untuk membawa korban ke puskesmas lain? Zaituni tak menjawab tegas.

Ia juga menyatakan tak bisa menghadirkan petugas medis yang piket pada malam kejadian itu. Namun, belakangan Serambi mengetahui bahwa salah satu petugas medis itu berada di sebuah ruangan di puskesmas tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Abdul Mutaleb berharap kejadian serupa tak terulang, mengingat dana untuk bidang kesehatan sudah sangat memadai. “Pihak Dinas Kesehatan jangan beralasan tak ada dana, sekarang yang perlu dilakukan adalah bagaimana menempatkan petugas yang bertanggung jawab, kalau memang sudah kita prioritaskan,” ujar Abdul Mutaleb.

Ia jugs menyebutkan, pihak DPRK sudah berkali-kali menyampaikan kepada pihak Dinas Kesehatan Aceh Utara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Ini menunjukkan kinerja dari pihak kesehatan bobrok. Dana kita diprioritaskan untuk kesehatan, tapi selang untuk bayi saja tak ada, bagaimana cara meningkatkan pelayanan kalau seperti ini?” Mutaleb bertanya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Makhrozal kepada Serambi menyebutkan sudah menerima informasi tentang kasus ketiadaan selang oksigen bayi di Puskesmas Seunuddon. Namun, menurutnya, keluarga korban tak lagi mempersoalkan kejadian itu, setelah pihak puskesmas tersebut sudah datang langsung ke rumah korban untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. (jaf) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id