Piyoh dan Pue Haba Menggema di Madinah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Piyoh dan Pue Haba Menggema di Madinah

Foto Piyoh dan Pue Haba Menggema di Madinah

OLEH MAULANA RIFKI, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, melaporkan dari Madinah

MENINGKATNYA jumlah jamaah haji dan umrah asal Aceh tiap tahun membuat pedagang Kota Madinah “rela” belajar bahasa Aceh. Walaupun belum menguasai seluruh kosakata bahasa Aceh, paling tidak mereka mulai mahir mengucapkan sapaan khas Aceh berikut ini: piyoh, tamong, peu haba (mampir, masuk, dan apa kabar -red).

Kata yang kerap diucapkan dengan ramah dan akrab itu tujuannya tak lain adalah untuk menarik jamaah umrah asal Aceh agar tergoda membeli dagangannya. Terutama oleh-oleh Kota Madinah seperti kurma, untaian tasbih, peci, baju, parfum, dan berbagai cendera mata lainnya.

Muneer, salah seorang pedagang cendera mata dan parfum di kawasan Masjid Nabawi Kota Madinah Almunawarah, mengaku beberapa patah bahasa Aceh ia pelajari dari jamaah yang datang dari Aceh, daerah yang berjuluk Serambi Mekah.

Jamaah Aceh dan Indonesia sudah lama menjadi langganannya. “Kalau berkomunikasi dengan bahasa Indonesia hampir rata-rata pedagang Kota Madinah sudah lancar,” kata Muneer.

Namun, ia harus belajar khusus bahasa Aceh karena warga asal Aceh paling sering menjadi pelanggannya. Apalagi selama ini jamaah asal Aceh sering memborong barang sebagai cendera mata untuk sanak keluarganya di Aceh.

Selain menguasai sapaan khas Aceh “piyoh, peu haba, tamong u dalam”, pedagang seperti Muneer juga mahir menyapa calon pembeli dalam bahasa Indonesia. Jadi, kalau ada pembeli menawar harga barang dagangannya, Muneer juga mampu menjawab dalam bahasa Indonesia, bukan Arab.

Saya yang ikut umrah bersama keluarga hampir tak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan warga Madinah maupun warga Kota Mekkah. Soalnya, di samping karena mereka ramah, penuh kekeluargaan sesama muslim, mereka juga mengerti beberapa kosakata bahasa Indonesia.

Mudah-mudahan suatu saat nanti bahasa Indonesia atau bahkan bahasa Aceh menjadi bahasa yang banyak penuturnya di Saudi Arabia.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id