Juru Sita Pajak Sempat Mengaku Was-was | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Juru Sita Pajak Sempat Mengaku Was-was

Foto Juru Sita Pajak Sempat Mengaku Was-was

* Sebelum Dibunuh

MEDAN – Juru Sita Pajak Negara (JSPN) KPP Sibolga, Parada Toga Fransriano Siahaan yang dibunuh wajib pajak di Nias, Sumut sempat mengaku was-was dengan pekerjaannya. Jenazah korban rencananya baru akan dikebumikan hari ini.

Kecemasan Toga itu disampaikan adiknya, Pretty Siahaan (26) yang sempat berbicara melalui telepon tiga hari sebelum Toga dibunuh. Dalam perbincangan singkat itu, Toga berbicara tentang pekerjaannya, mulai dari was-was hingga rencana pemindahan tugasnya ke Pematangsiantar dalam waktu dekat ini.

“Dia sudah empat tahun di Sibolga. Sebelumnya tugas di Aceh sama Nias. Cuma bilang was-was, bukan takut,” kata Pretty di kediamannya, Komplek Pertamina, Jalan Air Bersih Ujung, Medan, Rabu (13/4).

Pretty mengatakan pihak keluarga menolak autopsi yang dianjurkan polisi untuk proses penyidikan. Sebab keluarga berniat segera memakamkan korban. Korban rencananya dimakamkan hari ini, Kamis (14/4) siang.

“Autopsi kan lama. Sementara kami mau cepat-cepat mengebumikannya,” lanjutnya sembari mengatakan korban sudah menikah sejak Desember 2014, namun belum memiliki anak.

Jasad korban langsung dievakuasi dari Nias dan tiba di rumah orangtunya di Medan pada Rabu (13/4) siang. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumut II Yunirwansyah memimpin langsung prosesi penyerahan jenazah itu kepada keluarga.

“Kami kehilangan karyawan terbaik kami. Kami turut berduka cita, dan semoga keluarga tabah,” kata Yunirwansyah yang langsung disambut tangis histeris keluarga.

Toga bersama temannya, Soza Nolo Lase yang bertugas sebagai satpam ditikam Agusman Lahagu (45), wajib pajak yang menunggak pajak penghasilan Rp 14 miliar, Selasa (12/4). Keduanya tewas di tempat akibat ditusuk pisau oleh pelaku di sebuah pondok di Jalan KL Yos Sudarso, Desa Hilihao, Gunungsitoli, Nias.

Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua mengatakan pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Gunungsitoli dan mengakui perbuatannya. Bazawato menyarankan ke depannya petugas Pajak bisa meminta bantuan pengawalan polisi agar penyerangan tidak terjadi lagi. (mad) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id