Petani Sawit Aceh Utara Boikot PKS | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petani Sawit Aceh Utara Boikot PKS

Foto Petani Sawit Aceh Utara Boikot PKS

MEDAN – Ratusan petani kelapa sawit di Aceh Utara akan mengalihkan penjualan tandan buah segar (TBS) ke Sumut. Pemboikotan terhadap pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh ini disebabkan harga yang ditetapkan lebih rendah dibanding provinsi lain.

Ketua Asosiasi Petani Sawit (APS) Tanah Jambo Aye dan Langkahan, Sayuti Ahmad menyebutkan harga jual TBS saat ini mulai membaik dengan kisaran Rp 1.500 hingga Rp 1.600 per kilogram. Bahkan ada kecenderungan harga terus merangkak naik menembus angka Rp 2 ribu. Namun perbaikan harga ini tidak berlaku di Aceh, karena harga yang dipatok jauh lebih rendah.

“Paling tinggi mereka mau terima sawit kita hanya 1.200 rupiah. Jauh dibandingkan harga di Sumut dan Riau,” kata Sayuti di Medan, Rabu (13/4).

Tak diketahui penyebab perbedaan harga ini. Yang jelas kata dia, ratusan petani sawit di Aceh Utara sudah mengambil ancang-ancang mengalihkan penjualannya ke PKS di Sumut.

“Bahasa kasarnya, kami boikot PKS di Aceh sampai mereka jujur dalam menerapkan harga,” tandasnya.

Sayuti mengatakan beberapa hari ini dia berada di Medan untuk menjajaki proses penjualan TBS ke PKS di Sumut. Bahkan dia mengaku sudah terlibat pembahasan mendalam dengan sejumlah pengusaha untuk melancarkan peralihan penjualan ini.

Selama ini petani sawit Aceh Utara cenderung menjual hasil panennya di PKS yang berdiri di Aceh Timur dan Bireuen. Sebab satu-satunya PKS di Aceh Utara milik PTPN I, juga memiliki perkebunan sawit cukup luas.

Menurut Sayuti sudah sepantasnya Pemkab Aceh Utara mendirikan PKS baru karena jumlah petani sawit di Aceh Utara sudah mencapai ratusan orang. Mengenai volume yang dihasilkan pun sudah cukup memadai, yakni menembus 10 ribu ton per bulan dalam kondisi normal seperti saat ini.

“Kalau lagi banjir buah bisa 100 ton lebih sebulan. Tapi ironisnya buah kita tidak dilirik sama PTPN. Karena mereka sendiri sudah kelebihan buah dari kebunnya sendiri,” bebernya. (mad) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id