Selang Oksigen tak Ada, Bayi Meninggal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Selang Oksigen tak Ada, Bayi Meninggal

Foto Selang Oksigen tak Ada, Bayi Meninggal

* Awalnya Sesak Napas

LHOKSUKON – Muhammad Reza (16 bulan), bayi asal Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang mengalami sesak napas karena demam tinggi, tak mendapatkan pertolongan medis yang seharusnya di puskesmas setempat pada Minggu (10/4) dini hari, sehingga tak lama kemudian ia meninggal. Bayi itu gagal mendapatkan pasokan oksigen karena selangnya tak ada, sebagaimana pengakuan petugas medis malam itu.

“Malam itu tiba-tiba saja anak saya demam tinggi, kemungkinan karena cuaca panas. Tak lama kemudian ia mulai sesak napas. Langsung saya bawa dia ditemani istri (Rohani) naik sepeda motor ke Puskesmas Ulee Rubek Barat,” kata Razali (43), warga Desa Ulee Rubek Barat kepada Serambi, Selasa (12/4).

Sesampai di puskesmas, kata Razali, ia langsung mengetuk pintu. Tak lama kemudian ke luar dua petugas piket. “Saya langsung menceritakan bahwa anak saya demam tinggi, lalu sesak napas. Saya minta agar petugas medis segera membantu dengan oksigen agar anak saya yang sakit mudah bernapas,” ujar Razali.

Namun, petugas medis itu mengatakan bahwa selang oksigen kosong, meski tabungnya berisi. “Petugas medis itu juga memperlihatkan tabung oksigen kepada saya, tapi selangnya memang tidak ada. Lalu saya minta bantu agar anak saya dapat ditolong, karena saya sudah panik melihat kondisi anak saya yang demam tinggi dan sesak napas,” ujar Razali.

Tapi, petugas medis itu meminta Razali agar membawa anaknya itu naik sepeda motor (sepmor) ke Puskesmas Pantonlabu. Razali pun membawa anaknya pulang ke Ulee Rubek Barat karena di desa itu ada bidan yang praktik. “Sekitar pukul 05.00 WIB subuh, bidan itu memeriksa anak saya, lalu dia katakan bahwa anak saya itu sudah meninggal,” ungkap Razali.

Lalu Razali membawa pulang jasad anaknya ke rumah duka untuk difardukifayahkan. Ia menduga anaknya meninggal ketika dalam perjalanan dari puskesmas ke rumah sang bidan. “Seharusnya kalau tak ada selang oksigen, petugas medis itu kan bisa membantu mengantarkan saya dan bayi saya naik ambulans atau mencarikan solusi lain. Soalnya, kami masyarakat awam tidak mengerti prosedur berurusan di puskesmas, apalagi di rumah sakit,” kata Razali yang mengaku sangat sedih anaknya meninggal setelah tak bisa mendapatkan bantuan oksigen di puskesmas terdekat. (jaf) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id