Tak Semua Puskesmas Siagakan Oksigen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tak Semua Puskesmas Siagakan Oksigen

Foto Tak Semua Puskesmas Siagakan Oksigen

BANDA ACEH – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh, Dr dr M Yani MKes mengatakan, tidak semua puskesmas di Aceh menyiagakan (men-standby-kan oksigen.

Biasanya satu atau hanya dua puskesmas di sebuah kota/kabupaten yang punya tabung oksigen dan fasilitas emergensi dasar lainnya. M Yani mengaku sejauh ini belum tahu apakah puskesmas di Seunuddon termasuk dalam ketegori itu atau tidak.

Menurutnya, ada puskesmas yang berkategori Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (Poned). Nah, jika Puskesmas Seunuddon itu termasuk Puskesmas Poned, maka harus memiliki sejumlah fasilitas, termasuk tabung oksigen dalam keadaan siap siaga.

“Puskesmas Poned juga harus punya bidan terlatih dan sebagainya. Tapi, puskesmas jenis ini biasanya cuma satu atau dua saja di setiap kabupaten/kota,” kata Kadiskes Aceh itu menjawab Serambi per telepon, Selasa (12/4) sore.

M Yani menjelasan, Poned adalah pukesmas yang mampu memberikan pelayanan obstetri meonatal dan emergensi dasar. Fasilitas ini mampu memberikan pelayanan kegawatdaruratan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi yang baru lahir.

Terkait kematian bayi di Seunuddon itu, kata M Yani, harus ditelusuri lebih jauh penyebabnya. “Karena dia bukan bayi yang baru lahir, maka infeksi bisa dicurigai sebagai salah satu penyebab kematiannya,” kata peraih doktor dari Universitas Gadjah Mada ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Makhrozal yang ditanyai Serambi tadi malam menyebutkan bahwa Puskesmas Seunuddon termasuk puskesmas poned. Selain Seunuddon juga ada tiga lagi puskesmas poned di Aceh Utara, yaitu Lhoksukon, Muara Batu, dan Nisam.

“Tapi kita belum punya tenaga spesialis. Kita hanya penanganan dasar saja. Namun, kalau Ponek (Pelayan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif) itu adanya di rumah sakit, bukan di puskesmas,” terang Makhrozal.

Ia mengaku sudah menerima informasi tentang kematian bayi 16 bulan itu dari pihak Puskesmas Seunuddon. “Kejadiannya memang ada, tapi keluarga korban tak mempersoalkan lagi. Pihak puskesmas sudah datang langsung ke rumah korban untuk menjelaskan duduk persoalannya dan orang tua korban tak lagi mempersoalkan kejadian itu,” kata Makhrozal.

“Jadi, bukan tidak oksigen dan bukan tak ada selang oksigen, tapi karena keluarga korban menolak dipasangkan oksigen. Tapi, saya juga tidak tahu kenapa keluarga korban menolaknya. Namun, saat pasien tiba di puskesmas ia dalam keadaan menangis. Bisa saja ia rewel karena persoalan lain,” ujar Makhrozal. (sak/jaf) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id