Pembangunan Fly Over Terkendala Tunggakan Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembangunan Fly Over Terkendala Tunggakan Listrik

Foto Pembangunan Fly Over Terkendala Tunggakan Listrik

BANDA ACEH – Pembangunan fly over di Simpang Surabaya, Banda Aceh terkendala dengan tunggakan rekening Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) kabupaten/kota di seluruh Aceh sebesar Rp 60,76 miliar hingga April 2016. Sehingga pihak PLN Wilayah Aceh tidak dapat mengajukan dana ke pusat terkait pemindahan tiang listrik yang terkena proyek pembangunan jalan layang tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Aceh, Said Mukarram yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (12/4) terkait informasi yang berkembang dalam rapat forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang berlangsung di Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Dshubkomintel) Aceh. Dalam rapat yang dipimpin Kabid Perhubungan Darat Dishubkomintel Aceh, Raidin Pinim itu membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam pembangunan fly over.

Katanya, seandainya ada komitmen menyangkut pelunasan tunggakan rekening ini, maka paling tidak dapat diajukan ke pusat tentang pemindahan tiang listrik itu. “Saat ini jelasnya, bagaimana kita mau mengadukan hal itu minta bantuan, rekening pemerintah daerah sendiri banyak tertunggak. Itu problemnya, kita sudah menyampaikan ke Distamben bahwa tunggakan pemerintah daerah ini cukup besar,” ungkapnya.

Diakuinya lagi, tertunggaknya rekening ini juga menganggu perputaran dana di PLN wilayah Aceh. Sampai saat ini, dikatakan Said Mukarram pihaknya belum dapat menyediakan biaya pemindahan tiang listrik tersebut, dan belum ada rancangan biaya pemindahannya. Sehingga apabila tidak ada perhatian dari pusat, maka tidak ada anggaran sama sekali.

“Kita terus melakukan pendekatan ke pemerintah kabupaten/kota untuk dapat melunasi tunggakan rekening yang sebelumnya sekitar Rp 74 miliar, kini sudah turun menjadi Rp 60,76 miliar dengan adanya perhatian pemerintah kabupaten/kota untuk melunasinya,” ujarnya.

Disebutkannya lagi, aset PLN yang harus digeser pada pembangunan fly over ada 7 penyulang, 6,5 Kms (kilometer sirkuit) SUTM, 1,64 Kms SUTR, dan 3 unit gardu yang harus dipindah dan total biaya Rp 3.221.031.000.

Sementara Pengelola Proyek Pembangunan Fly Over, Hermansyah kepada Serambi usai rapat tersebut mengatakan, banyaknya utilitas PLN dan PDAM yang belum dibebaskan akan menghambat pengerjaan pembangunan fly over tersebut. “Ada kesepakatan dengan PLN, terpaksa kita mengerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dulu. Sedangkan tiang-tiang listrik itu kita tinggalkan sambil menunggu adanya biaya,” katanya. Dikatakan Hermansyah, saat ini sebagian besar sedang dilakukan pelebaran jalan, dan di sisi Gampong Lamseupeng sudah mulai dikerjakan pemasangan bored pile (tiang pondasi).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan secara aturan, pihaknya tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan biaya pemindahan tiang listrik itu, dan jumlah biaya itu juga berat bagi Pemko. “Harapan kita provinsi dapat memfasilitasinya, “ujarnya. Terkait utilitas PDAM, kata Illiza saat ini pihaknya sedang menghitung pipa dan pemasangan pipa PDAM yang terkena proyek pembangunan fly over.(una) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id