Ricuh PA Memalukan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ricuh PA Memalukan

Foto Ricuh PA Memalukan

BANDA ACEH – Pendiri Partai Aceh (PA), Zakaria Saman mengaku kecewa atas terjadinya kericuhan pada rapat PA Ban Sigom Aceh di Banda Aceh, Minggu (10/4). “Ini memalukan,” kata pria yang akrab disapa Apa Karya tersebut.

Apa Karya mengatakan itu menjawab Serambi di sela-sela menghadiri pelantikan Pengurus PWI Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (11/4) malam. Dia mengatakan tidak mau peduli lagi apapun yang dilakukan pengurus partai bahkan dirinya sudah keluar dari Tuha Peuet Partai Aceh.

“Masalah poh semeupoh (pukul memukul) sudah ada sejak Nabi Adam. Masalah ini terserah pada mereka (pengurus Partai Aceh). Saya merasa malu atas kejadian ini,” tandasnya.

Menurut Apa Karya, apabila kejadian seperti itu (ricuh) terus terjadi di tubuh PA, bukan tidak mungkin partai penguasa di Aceh itu akan hancur. “Sama saya tidak ada lagi saran, karena sudah pernah diingatkan oleh Wali Nanggroe (Malik Mahmud), Doto Zaini pada 2013 lalu,” ujar mantan menteri pertahanan GAM tersebut.

Dia juga mengungkapkan, salah satu tujuan dirinya maju sebagai calon gubernur Aceh melalui jalur independen adalah untuk memperbaiki kembali Partai Aceh. Sayangnya, Apa Karya tidak mau menyebutkan persoalan ‘akut’ yang terjadi di tubuh partai pimpinan Muzakir Manaf itu.

“Rencana saya naik calon (gubernur Aceh) melalui independen, jika ada hasil insya Allah akan saya perbaiki PA. Jangankan PA, Aceh saya perbaiki. Jika tidak terpilih, saya tidak mau kembali lagi ke PA, tapi jika terpilih semua hal saya ambil,” ujarnya.

Apa Karya mengaku sedih dengan keadaa PA saat ini. Menurutnya, selama ini pengurus PA hanya mengejar harta dan kekuasaan, sementara anak-anak yatim dan mantan kombatan tidak dipedulikan.

“Saya mendirikan PA. Saya tidak perlu pangkat, tapi saya ingin mempersatukan Aceh. Tapi hari ini sedih kita melihatnya. Tidak ada lagi harga perjuangan dulu, siapa yang mati-matilah, banyak anak yatim yang tidak ada perhatian. Saya bagaimana memperhatikan. Saya tidak ada kekuasaan, saya bukan pemborong,” kata mantan Tuha Peuet PA ini.

Informasi terjadinya ricuh saat rapat PA dibantah oleh Ketua DPA-PA, Muzakir Manaf alias Mualem. “Kejadian tadi siang (Minggu, 10 April 2016) hanya insiden kecil, kami sudah menyelesaikannya dan tidak ada lagi masalah apapun,” kata Mualem pada konferensi pers di Kantor DPA-PA di Batoh, Banda Aceh, Minggu (10/4) malam.

Mualem juga membantah pemicu insiden itu adalah soal pemilihan pasangan dirinya. “Bukan masalah wakil, tadi yang kita bahas adalah masalah kepengurusan, terkait beberapa pengurus yang sudah meninggal, sudah uzur, dan ada yang sudah pindah ke tempat lain. Itu masalahnya, hanya masalah kecil dan sudah kita selesaikan tadi,” terang Mualem didampingi Ketua PA Bireun Tgk Darwis Jeunieb, Ketua KPA Pasee Tgk Ni, Wakil DPA Abu Razak, dan Jubir PA Adi Laweung.(mas) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id