Parnas Harusnya Undang Cagub PA Ikut Konvensi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Parnas Harusnya Undang Cagub PA Ikut Konvensi

Foto Parnas Harusnya Undang Cagub PA Ikut Konvensi

BANDA ACEH – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) Lhokseumawe, M Akmal SSos MA menanggapi silang pendapat soal penting tidaknya konvensi yang dilakukan sejumlah partai politik nasional untuk menjaring calon kepala daerah di Aceh jelang Pilkada 2017.

“Konvensi yang dilakukan beberapa parnas saat ini adalah bagian dari pendidikan politik untuk masyarakat Aceh. Sebenarnya tidak hanya parnas, partai lokal seperti PA juga wajar kalau mau buat (konvensi),” kata Akmal menanggapi konvensi yang dilaksanakan Partai NasDem, Demokrat, PAN, dan Hanura.

Menurut Dekan FISIP Unimal tersebut, tujuan dari pendidikan politik itu adalah membangun kesadaran bagi masyarakat agar memahami fungsi partai politik. Justru hari ini, katanya, setelah satu dekade Aceh dipimpin oleh mantan pemberontak yang mendapat konsesi pusat, masyarakat harus melihat peluang konvensi itu adalah sesuatu yang sangat penting.

“Parnas (harusnya) juga mengundang cagub dari PA atau cagub dari elemen eks pemberontak untuk ikut konvensi. Perlu cagub dari partai lokal ikut konvensi yang dibuat parnas dan sebaliknya partai lokal seperti PA juga harus buat konvensi,” tandasnya.

Diakui Akmal, meski hasil konvensi tidak menjamin bahwa yang menang dalam konvensi bisa menang dalam pilkada langsung karena domainnya beda. Artinya, struktur jaringan pemilih beda

meski ada pengaruhnya. Ada pengaruh positif untk menambah suara bagi yang menang konvensi. Tapi, hakikat konvensi selain untuk pendidikan politik juga membangun bargaining antara kekuasaan mesin partai dan kekuasaan rakyat.

Sebelumnya, Pemerhati Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada mengatakan, konvensi untuk menjaring calon kepala daerah di Aceh jelang Pilkada 2017 yang dilakukan Partai NasDem, Demokrat, PAN, dan Hanura tak lebih sebagai upaya pencitraan partai.

“Saya berpendapat, konvensi yang dibuat oleh keempat partai ini adalah bentuk kegamangan mereka dalam mencari dan menjaring figur calon yang kuat secara kekuatan politik. Di sisi lain, terkesan pencitraan partai untuk menghadapi Pilkada 2017 dan Pileg 2019 di Aceh sekalian menguatkan posisi tawar,” kata Aryos.

Akademisi dari Universitas Muhmmadiyah (Unmuha) Aceh, Dr Taufik A Rahim MSi malah menilai sebaliknya. Konvensi yang digelar partai wajar-wajar saja bahkan tak ada masalah kalaupun ada yang menuding partai melakukan pencitraan.

“Pencitraan ini ya upaya untuk memengaruhi masyarakat, siapa pun (parpol) bisa melakukannya. Pandangan saya ya begitu, tidak ada masalah dengan konvensi itu meski dibilang pencitraan,” kata Taufik. (nas) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id