Marzuki Daham, Sosok yang Tepat Pimpin BP Migas Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Marzuki Daham, Sosok yang Tepat Pimpin BP Migas Aceh

Foto Marzuki Daham, Sosok yang Tepat Pimpin BP Migas Aceh

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebut, Marzuki Daham sosok yang tepat memimpin Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), lembaga yang akan mengelola sumber daya minyak dan gas di wilayah Aceh.

“Mudah-mudahan Marzuki Daham ini adalah orang yang tepat. Proses pemilihannya sangat baik dan transparan,” kata Sudirman Said saat melantik Marzuki Daham sebagai Kepala BPMA di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/4).

Pelantikan itu, antara lain, dihadiri Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, Ketua Tim Seleksi Calon Kepala BPMA Adnan Ganto, dan Asisten II Setda Aceh, Azhari Hasan MSi.

Sudirman Said mengatakan bahwa ia tidak ikut campur dalam proses seleksi atau pemilihan Kepala BP Migas Aceh. Begitu juga Gubernur Zaini Abdullah. “Semua kita serahkan sesuai sistem,” katanya.

Gubernur Zaini mengirimkan tiga nama calon Kepala BP Migas Aceh, yaitu Marzuki Daham, Zulkifli Abubakar, dan Lukman Umar. Selanjutnya Menteri ESDM menetapkan salah seorang di antara tiga nama tersebut sebagai Kepala BPMA.

Menurut Menteri Sudirman Said, Marzuki Daham adalah figur yang lama berkiprah di industri migas. Sebelumnya Marzuki menjabat Vice President Commercial and Shipping PGN LNG.

Menteri juga mengatakan, proses penetapan Kepala BPMA lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, yakni bulan Mei 2016. “Ini patut disyukuri. Deadline-nya bulan Mei, tapi kita bisa selesaikan lebih cepat,” kata Sudirman Said yang pernah bekerja di Aceh pada masa BRR NAD/Nias.

Ia mengingatkan agar Pemerintah Aceh segera menyisihkan sebagian dari pendapatan migas untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan di Aceh. “Saya titip kepada Pak Gubernur, kalau hasil minyak sudah masuk dalam sistem APBD, akan lebih baik disisihkan sejak sekarang untuk pembangunan yang berkesinambungan yang sifatnya jangka panjang. Bukan semata-mata masuk di APBD (Aceh APBA, red) dan dihabiskan,” pesan Menteri Sudirman sembari menambahkan, “Mari bangun Aceh dengan lebih baik.”

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah merasa lega karena satu tahapan lagi mengenai BP Migas Aceh sudah tuntas. “Kita bahagia, menteri sudah melantik Kepala BPMA. Kita harapkan lembaga itu segera berkiprah,” kata Zaini Abdullah.

Ia berharap, keberadaan BPMA akan memberi dampak yang baik bagi perekonomian Aceh. “Ke depan, semua terkait migas akan berada di bawah BPMA,” kata Gubernur Zaini.

Marzuki Daham seusai pelantikan mengatakan, ia segera bekerja mempersiapkan infrastruktur organisasi. “Kita segera bentuk organisasinya, melakukan rekrutmen dan mengelola data yang tersedia. Saya diberi waktu enam bulan,” kata Marzuki.

Ia tambahkan, dengan adanya BPMA akan dengan mudah mengetahui semua data mengenai cadangan dan eksplorasi migas di Aceh. “BPMA bisa langsung melakukan monitoring migas di Aceh dan mengharapkan adanya investor yang masuk ke Aceh,” ujarnya.

Marzuki menyebutkan, investasi bidang migas akan lancar apabila para investor merasa nyaman berinvestasi di Aceh. “Pertanyaan utamanya adalah apakah masih ada yang mencari migas di Aceh? Bukan seberapa banyak cadangan migasnya. Kalau masih ada, berarti harus ada kenyamanan dan keamanan yang berinvestasi, karena itu menyangkut investasi yang sangat besar,” ujarnya.

Marzuki menyatakan, keberadaan BPMA akan mampu memberi dampak langsung bagi perkembangan perekonomian Aceh, sebab aktivitas eksplorasi akan memberi pengaruh besar terhadap perekonomian Aceh.

Marzuki Daham adalah putra Aceh asal Pidie. Ia menamatkan STM di Banda Aceh, kemudian melanjutkan studi di Texas A&M University dan meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc) di bidang pertambangan dan perminyakan. Sebelum bergabung dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), ia pernah kerja di Chevron dan ExxonMobil. Pernah pula menjadi relawan International Organization for Migration (IOM) ketika lembaga tersebut berkiprah di Aceh pascagempa dan tsunami tahun 2004. (fik) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id