Rapat PA Ricuh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rapat PA Ricuh

Foto Rapat PA Ricuh

BANDA ACEH – Rapat Musyawarah Partai Aceh (PA) Ban Sigom Aceh 2016 di Hotel Grand Aceh, Banda Aceh, Minggu (10/4), berlangsung ricuh dan dikabarkan diwarnai bentrok antarkader. Namun, pada malam harinya, para petinggi Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) menggelar konferensi pers bersama, meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar sejak pagi kemarin.

Informasi dihimpun Serambi, rapat kader PA dan Komite Peralihan Aceh (KPA) dari seluruh Aceh (ban sigom Aceh), Minggu (10/4) berlangsung di tiga lokasi terpisah, Hotel Sultan, Hotel Grand Aceh, dan Hotel Grand Lambhuk. Sementara puncak seluruh acara dijadwalkan di Gedung Amel Convention Center.

Di Hotel Sultan berlangsung dua rapat pada dua ruangan terpisah, yaitu rapat para alumni Tripoli (eks Libya) dan rapat pimpinan KPA Pusat dan KPA seluruh Aceh. Sementara di Hotel Grand Lambhuk berlangsung rapat MUNA dan Putroe Aceh.

Rapat ketiga berlangsung di Grand Aceh diikuti oleh pimpinan DPA PA dan pimpinan DPW PA ban sigom Aceh. Informasi dihimpun Serambi dari berbagai sumber, rapat di Hotel Grand Aceh ini dihadiri para petinggi PA, seperti Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Ketua DPRA Muharuddin, anggota DPRA, Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin, serta sejumlah bupati yang berasal dari Partai Aceh.

Rapat yang berlangsung di Hotel Grand Aceh inilah yang dilaporkan ricuh. Namun, tidak banyak informasi yang diperoleh wartawan terkait sebab musabab terjadinya kericuhan.

Dari berbagai informasi di media online dan media sosial (facebook) menyebutkan kericuhan dipicu akibat adanya tolak tarik terkait posisi bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Muzakir Manaf pada Pilkada 2017. Sementara beberapa foto yang beredar memperlihatkan meja dan kursi di dalam ruangan tersebut dalam kondisi acak-acakan, setelah terjadinya kericuhan. Beredar pula foto seorang kader PA yang terluka di bagian kepala akibat terkena pukulan benda tumpul dalam kericuhan itu.

Beberapa sumber juga menyebutkan sempat terdengar letusan senjata saat kericuhan terjadi. Letusan senjata itu diperkirakan berasal dari aparat keamanan yang bertugas sebagai pengamanan tertutup (pamtup) bupati yang hadir dalam pertemuan itu. Si petugas disebut-sebut mencoba melerai massa yang ingin menyerang salah seorang bupati yang hadir dalam rapat tersebut.

Pascakericuhan, para petinggi PA/KPA kemudian melakukan pertemuan tertutup di Hotel The Pade, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Hotel Grand Aceh.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua DPA PA/KPA, Muzakir Manaf (Mualem), Wakil Ketua PA/KPA Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, Ketua DPW PA/KPA Batee Iliek Darwis Jeunieb, Ketua DPW PA/KPA Pase, Teungku Zulkarnaini Hamzah, dan puluhan mantan kombatan GAM eks-Tripoli.

Setelah pertemuan tertutup itu, Mualem beserta para petinggi PA/KPA lainnya berfoto bersama dan meneriakkan takbir. Mereka juga terlihat bersalam-salaman dan berbincang antara satu dengan lainnya.

Usai pertemuan itu, para petinggi PA/KPA serta mantan kombatan GAM eks Tripoli kembali menggelar pertemuan tertutup di Mess Wali Nanggroe, di Jalan Sudirman, Banda Aceh. Rapat ini juga berlangsung sangat tertutup, sehingga wartawan tidak bisa memperoleh bocoran mengenai isi pembicaraan dalam pertemuan di kediaman Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar.

Sementara itu, Gedung Amel Convention Center yang dijadwalkan menjadi lokasi puncak musyawarah besar PA ban sigom Aceh, Banda Aceh, hanya sempat ramai pada siang kemarin. Deretan papan bunga berisi ucapan selamat atas pelaksanaan musyawarah itu berjejer di median jalan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Panitia musyawarah Partai Aceh Ban Sigom Aceh Tahun 2016, Abu Bakar A Latief (Abu Len) yang dihubungi Serambi Sabtu (9/4) mengatakan, musyawarah akan berlangsung pada Minggu pukul 19.30 WIB, dihadiri oleh para pengurus PA ban sigom Aceh. Berdasarkan spanduk yang terpasang pada beberapa titik, musyawarah Partai Aceh Ban Sigom Aceh Tahun 2016 ini dilaksanakan dalam rangka mempersatukan visi dan misi partai untuk menyambut Pilkadasung serentak 2017.

Namun, agenda di Gedung Amel ini dipastikan batal menyusul kericuhan yang terjadi pada siang kemarin. Sebagai gantinya, tadi malam Ketua PA/KPA Muzakir Manaf beserta jajarannya, menggelar konferensi pers bersama, di Kantor DPA PA, di Jalan Mr Mohammad Hasan, Banda Aceh.

Terkait ricuh di Hotel Grand Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan pengaduan dari pihak penyelenggara. Namun, personel sempat mendatangi lokasi beberapa saat setelah kericuhan itu terjadi di Hotel Grand Aceh.(dan/mun/mir) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id