Nurdin Halid: Golkar Realistis dalam Pilkada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nurdin Halid: Golkar Realistis dalam Pilkada

Foto Nurdin Halid: Golkar Realistis dalam Pilkada

* Posisi Cagub bukan Harga Mati

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPP Partai Golkar, H A Nurdin Halid mengatakan, meski Partai Golkar Aceh telah mendeklarasikan calon gubernurnya, yakni TM Nurlif untuk diusung pada Pilkada Aceh 2017, tapi Golkar juga akan tetap realistis melihat perkembangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ke depan.

“Posisi calon gubernur bagi kader Partai Golkar yang telah kita deklarasikan itu sudah saya sampaikan kepada Saudara TM Nurlif bahwa bukanlah harga mati. Jika ada parpol lain yang mengajak untuk berpasangan dan peluang untuk bisa menang dalam pilkada nanti cukup besar jika berpasangan dengannya, maka tak ada salahnya kita terima untuk posisi cawagub,” kata Nurdin Halid seusai acara Deklarasi TM Nurlif sebagai Bakal Calon Gubernur Aceh dalam Pilkada 2017 dari Partai Golkar, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Minggu (10/4).

Nurdin Halid mengtakan, ia bersama Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, dan rombongan pengurus DPP Partai Golkar yang hadir dan melantik Pengurus DPD I Partai Golkar periode 2016-2021 maupun Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golkar dan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar, sangat senang dan bahagia.

Soalnya, dalam acara ini tidak terlihat adanya konflik internal di tubuh kepengurusan DPD Partai Golkar Aceh maupun DPD II Partai Golkar se-Aceh, maupun organisasi pendudukung Partai Golkar.

Acaranya berjalan baik, tertib, dan dihadiri sejumlah sesepuh dan pembina Partai Golkar, termasuk mantan gubernur Aceh, Prof Dr Syamsuddin Mahmud, Mursyid Minosra, Mawardi Ismail, dan lainnya.

Pemerintah Aceh juga memberikan dukungan penuh, mengirimkan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, untuk memberi sambutan. Para pengurus partai politik yang ada di daerah ini juga hadir. Inilah yang membuat Nurdin Halid puas menghadiri dan melantik pengurus Partai Golkar Aceh yang baru bersama organisasi pendukung lainnya.

Nurdin menyatakan terkejut dan kagum ketika mendengar pidato Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif yang menceritakan kondisi masyarakat Aceh saat ini, jumlah penduduk miskin dan penganggurannya masih cukup besar, di atas rata-rata nasional, sementara daerah sudah delapan tahun mendapat dana otsus, puluhan triliun rupiah.

Kondisi yang diceritakan TM Nulif itu, menurut Nurdin, menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan yang dilakukan selama ini di Aceh belum mampu menjawab masalah yang dihadapi masyarakat Aceh untuk bisa ke luar dari lingkaran kemiskinan dan menuju masyarakat yang sejahtera. Maka dibutuhkan penataan yang lebih baik lagi.

Pidato sambutan yang disampaikan TM Nurlif itu, ulas Nurdin Halid, bukanlah pidato ketua partai, melainkan pidato seorang calon pemimpin daerah yang merasa prihatin dengan kondisi masyarakatnya.

“Tapi, setelah kita deklarasikan Saudara Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif sebagai calon gubernur dari Partai Golkar Aceh, maka semua kader partai dan seluruh organisasi Partai Golkar dari mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa, harus sudah mulai bekerja sejak hari ini sampai pada hari pemilihan dan penghitungan suara nantinya,” kata Nurdin Halid.

Alasannya, kalau sudah berani mendeklarasikan kader Golkar sebagai calon pemimpin di daerah ini, maka harus siap memenangkannya pada Pilkada 15 Februari tahun depan. “Untuk itu sekali lagi, kami serukan kepada seluruh pengurus dan kader Partai Golkar, mulai besok sampai hari pencoblosan dan penghitungan suaranya, terus sosialisasikan TM Nurlif kepada masyarakat agar masyarakat mengenalnya dan memilihnya pada hari H pemilihan,” ujarnya.

Jangan lupa, sambung Nurdin, bahwa target Partai Golkar bukan hanya gubernur dan wagub, tapi juga calon wali kota/wakil wali kota dan bupati/wakil bupati dari Partai Golkar yang diusung dan didukung, harus bisa menang dalam Pilkada 2017. “Kerja yang kami maksud adalah merebut simpati rakyat agar rakyat memilih para calon gubernur, wali kota dan bupati yang diusung dan didukung Partai,” ujarnya.

Mantan ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Drs Sulaiman Abda MSi, Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara, Hasanuddin Beruh, dan Ketua DPD II Bireuen, Saifannur yang dimintai tanggapannya tentang pencalonan TM Nurlif sebagai calon gubernur dari Partai Golkar mengatakan, langkah itu akan menaikkan pamor atau pencitraan Partai Golkar di mata para kadernya dan masyarakat, karena Golkar telah memiliki calon gubernur yang insya Allah akan mendapat dukungan besar dari masyarakat pada pilkada nanti.

Pada Pemilu 2012, kenang Hasanuddin Beruh yang kini masih menjabat Bupati Aceh Tenggara, Partai Golkar tidak mengusung calon gubernur dan wagubnya. Pada Pilkada 2017 tahun depan, kita sudah punya calon sendiri. Namun begitu, kata Hasanuddin Beruh, ia sependapat dengan Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, bahwa cagub dari partai Golkar itu bukan harga mati.

Maksudnya, lanjut Hasanuddin, jika dalam perjalanan ke depan ada pihak lain yang mengajak berpasangan dan peluang untuk bisa menagnya sangat besar, Golkar ditawari posisi wakil gubernur, tidak ada salahnya, untuk diterima.

Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen, Saifannur mengatakan, kalau Partai Golkar ingin berkoalisi dalam pilkada, berkoalisilah dengan parpol. Bukan dengan calon independen. “Kalau kita berkoalisi dengan parpol, kerja samanya dan perangkat kerja di lapangannya jelas. Tapi, kalau berkoalisi dengan pasangan calon independen, siapa yang akan kita pegang,” ujarnya. (her) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id