Ikut Konvensi untuk Hargai Sesama Partai | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ikut Konvensi untuk Hargai Sesama Partai

Foto Ikut Konvensi untuk Hargai Sesama Partai

BANDA ACEH – Beragam alasan dikemukakan bakal calon (balon) gubernur Aceh mengapa mereka ikut konvensi yang digelar partai politik (parpol) tertentu. Namun, alasan yang dominan adalah untuk menghargai sesama parpol dan menghormati proses yang ditetapkan partai dalam menyeleksi calon gubernur pilihan rakyat. Begitupun, ada juga balon gubernur yang ikut konvensi sekadar menyahuti anjuran para pendukungnya.

Dari delapan tokoh yang namanya digadang-gadang sebagai balon gubernur Aceh, empat orang ditanyai Serambi kemarin menanggapi liputan eksklusif berjudul “Menyoal Konvensi Parpol” yang dipublikasi Sabtu (9/4). Mereka adalah Drs TM Nurlif, Ir Tarmizi A Karim MSc, Dr Ahmad Farhan Hamid MS, dan Drh Irwandi Yusuf MSc.

Balon gubernur Aceh dari Partai Golkar, TM Nurlif, merupakan salah satu kandidat yang ikut konvensi Partai Nasional Demokrat (NasDem). Ia bahkan sudah mengembalikan formulir ke partai yang ketua umumnya adalah Surya Paloh itu.

Saat dikonfirmasi ulang Serambi, TM Nurlif mengatakan, ikut konvensi NasDem sebagai sikap menghargai sesama partai. “Saya mengapresiasi upaya NasDem membangun komunikasi dan memberi kesempatan berkomunikasi secara terbuka untuk calon gubernur dan bupati/wali kota,” ujarnya.

Proses ini, ulas TM Nurlif, sebagai upaya yang baik dan sebagai pertimbangan kepada masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah. Ini merupakan tahap awal dari rangkaian membangun komunikasi, termasuk dengan semua partai, baik parlok maupun parnas. “Saya percaya, semua partai punya tujuan sama, yakni menata pembangunan Aceh ke depan,” ujarnya sembari menambahkan, siap menang dan kalah di ajang konvensi Partai NasDem.

Untuk itu, ia berharap, hasil survei dan sikap partai dalam sebuah konvensi menelurkan keputusan yang bijak dan fair. Tarmizi A Karim yang juga balon gubernur Aceh menegaskan bahwa ia konsisten maju melalui jalur parpol. Sebagai seorang birokrat, Tarmizi merasa harus melalui mekanisme partai.

Ia mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan partai. Misalnya, dengan PAN, PKPI, Demokrat, termasuk NasDem. Tarmizi juga mengikuti konvensi serupa yang dilakukan Partai Demokrat. “Ini proses yang harus dilalui, karena memang ada aturan yang harus diikuti. Bagi saya, ini tak masalah, sebagai sebuah proses demokrasi yang lebih terbuka. Apalagi sejak awal saya sudah tegaskan hanya maju dari partai karena bagi saya membangun suatu daerah dan masyarakatnya juga harus membangun partai dan proses demokrasi yang baik,” kata mantan penjabat gubernur di sejumlah provinsi ini.

Ditanya bagimana jika nanti ternyata harus tersisih dalam survei maupun konvensi, Tarmizi mengatakan, hal itu merupakan sebuah risiko yang harus dia terima. “Yang penting, kita sudah melalui proses dan berkomunikasi dengan partai, termasuk dengan calon-calon lain. Saya bangga, semua calon menunjukkan sikap dewasa. Saya berharap pilkada nantinya berjalan dengan baik. Semua calon harus tetap dewasa tanpa merugikan yang lainnya,” kata Irjen Kemendagri ini.

Lain lagi alasan Ahmad Farhan Hamid ikut konvensi Partai NasDem. Proses ini dilaluinya karena merupakan amanah dari Ketua Umum PAN yang sejak awal mengusungnya menjadi kandidat gubernur Aceh.

Untuk menciptakan sinergi antara DPP PAN dengan daerah serta partai lainnya, ia memilih ikut konvensi. “Sebagai politisi, kita terus memperkuat diri dengan mencari dukungan dari semua pihak. Konvensi partai saya nilai sebagai sebuah proses politik dan demokrasi yang sudah diterapkan sejak lama. Namun, kali ini lebih terbuka dan akuntabel. Proses ini saya anggap bagus untuk memperkuat dukungan, termasuk menghindari adanya politik uang,” kata Farhan.

Proses seperti ini harus dia lalui dan bukan hanya dengan NasDem. “Jika ada partai lain yang tak terlalu berpengaruh pun, saya akan mendaftar. Saya juga mengembalikan formulir ke Partai Demokrat.”

Menurut Farhan, konvensi tak akan menghilangkan kredibilitasnya walaupun nanti tak terpilih dalam survei maupun konvensi. Banyak bukti yang menunjukkan, masyarakat tetap memilih jika memang sosok itu berjuang untuk kepentingan masyarakat. Di sisi lain, ia sadari partai tak mungkin memilih banyak pasangan, melainkan hanya sepasang kandidat. Untuk itu, ia serahkan semua prosesnya kepada masing-masing partai pelaksana konvensi.

Irwandi Yusuf, balon gubernur Aceh yang dikonfirmasi Serambi terpisah tentang keikutsertannya dalam konvensi balon gubernur Partai NasDem mengatakan ikut agenda politik itu karena arahan dari pendukungnya.

“Sebenarnya saya cenderung malas melalui proses konvensi, karena sejak awal beberapa partai sudah menerapkan survei. Jadi, saya lebih memilih menunggu survei. Tapi akhirnya rekan-rekan yang mengembalikan formulir, saya tak hadir saat itu. Keputusan partai harus dihargai. Jadi, ya kita ikuti saja prosesnya,” kata Irwandi yang kemarin berada di Singkil dan Subulussalam bertemu dengan pendukungnya.

Pada dasarnya, kata Irwandi, ia lebih memilih menunggu hasil survei yang digelar partai. Menurutnya, survei partai melalui sejumlah lembaga independen juga menjadi alasan beberapa partai untuk memilih calon yang tepat berdasarkan harapan masyarakat. Namun, karena NasDem menerapkan konvensi sebagai aturan, maka atas arahan rekan-rekannya Irwandi akhirnya mengembalikan formulir.

Lalu, apakah dia akan mengembalikan formulir ke Partai Demokrat yang juga menggelar konvensi, Irwandi menegaskan, dia tak akan mengembalikan formulir. Jika pun tersisih dalam survei, Irwandi mengaku masih ada jalur independen, mengingat sejak awal ia terpilih jadi Gubernur Aceh tahun 2006 melalui jalur independen.

Yang penting baginya, pilkada di Aceh berlangsung halal. Halal yang dia maksud adalah tak ada pembunuhan, penculikan, teror, intimidasi, fitnah, sogok, curang, dan tak ada yang membawa lari kotak suara. “Kalau tak terpilih dalam survei atau konvensi kan masih ada jalur independen. Yang penting pilkada berlangsung halal, bukan hanya aman, karena kalau halal sudah pasti aman,” katanya. (gun) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id