Aceh di Mata Investor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh di Mata Investor

Foto Aceh di Mata Investor

OLEH AFRIANSYAH, Staf Bappeda Kabupaten Simeulue, melaporkan dari Malaysia

SAYA berkunjung dua hari ke Malaysia dalam rangka memenuhi undangan Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (BP KNPI) di Malaysia.

Saya mendapat kehormatan untuk menghadiri dua pertemuan penting BP KNPI, yaitu kunjungan hormat ke Kementerian Wilayah Persekutuan Malaysia dan bertemu Menteri Pendidikan Malaysia saat bersilaturahmi dengan pemuda Malaysia di Negeri Kelantan.

Menurut Ketua BP KNPI Malaysia, Muhammad Yasar, mereka memang selalu melibatkan pemuda Indonesia dari daerah dalam setiap agenda kerjanya. Kali ini saya yang terundang dari Pulau Simeulue.

Sebagai duta pemuda Indonesia di Malaysia, KNPI senantiasa berusaha untuk membuka peluang bagi teman-teman KNPI daerah, organisasi kepemudaan (OKP), dan potensi pemuda lainnya untuk menjalin kerja sama, menimba pengalaman, dan menciptakan peluang kerja atau bisnis dengan pemuda Malaysia.

Tentunya kesempatan ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebagai staf di Pemkab Simeulue, saya berkesempatan mempromosikan potensi yang dimiliki Simeulue. Mulai dari potensi sumber daya alam, hasil bumi, pariwisata hingga sosial budayanya.

Selain itu, saya juga berkesempatan menyerap pengalaman, pandangan, dan tanggapan dari orang-orang penting negara jiran tersebut, seperti Datok Seri Tengku Adnan bin Mansor selaku Menteri Wilayah Persekutuan dan Sekjen UMNO/BN maupun Datok Seri Mahdzir bin Khalid selaku Menteri Pendidikan Malaysia.

Tengku Adnan bin Mansor yang di Malaysia akrab disapa Kunan, ternyata seorang pejabat penting keturunan Aceh. Dalam pertemuan tersebut ia sangat banyak menyinggung soal keacehan, termasuk sumbangsih yang dapat diberikannya, terutama pascatsunami.

Namun, saat disinggung masalah investasi beliau menyarankan agar masyarakat Aceh mengubah mindset-nya lebih dulu. Ia mengaku, Aceh termasuk daerah yang susah untuk dimasuki para investor. Padahal, di daerah yang lain, termasuk Papua, ia bahkan sudah labur (berinvestasi). “Tapi Aceh sendiri malah susah,” begitu katanya.

Walau demikian, Kunan sangat berharap dapat berkontribusi bagi kemajuan Aceh, sehingga pihaknya bersedia membuka akses kerja sama yang seluas-luasnya, terutama dengan instansi di bawah kepemimpinan beliau.

Ketika disentuh masalah Simeulue, ia mengaku sangat tertarik dengan potensi yang dimiliki pulau terluar Indonesia itu. Ia berharap bisa melawat ke Simeulue suatu hari nanti.

Tanggapan serupa juga kami peroleh saat berdiskusi dengan pengusaha yang juga politisi partai berkuasa UMNO di Bachok Kelantan, Datuk Dr Ilyas bin Husin. Ia menilai, Aceh punya potensi yang luar biasa, tapi sayang belum bisa digarap dengan baik.

Dalam temu ramah dengan Menteri Pendidikan Malaysia, kami justru mendapati pemandangan yang tak biasa. Mantan Cikgu (baca: guru) yang pernah menjadi Menteri Besar (Gubernur) Kedah itu sangat supel dan merakyat. Ia begitu akrab bercengkrama dengan masyarakat, bahkan sangat jauh dari kesan elitis. Ia malah tanpa sungkan mengambil makanan dari seorang bapak tua yang turut hadir dan berhumor ria dengan penduduk setempat.

Kelantan adalah satu negeri (baca: provinsi) di Malaysia yang persis seperti Aceh. Jika di Indonesia, Aceh digelar Serambi Mekkah, maka Kelantan adalah Serambi Mekkahnya Malaysia.

Kelantan juga menerapkan konsep syariah dalam mengelola daerahnya. Bahkan dalam jamuan makan, kami merasakan hidangan yang cita rasanya sangat mirip dengan di Aceh, seperti gulai talas dan asam pedas (asam keueng). Bahkan bahasa mereka pun terdapat beberapa kemiripan dengan bahasa Aceh. Ini semakin memperkuat fakta bahwa Malaysia dengan kita memang bangsa serumpun. Dan seharusnya kalau mereka maju, kita pun tak boleh ketinggalan. Malaysia dan Aceh maju bersama, mengapa tidak?

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id