Lintasan Galus-Abdya Memprihatinkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lintasan Galus-Abdya Memprihatinkan

Foto Lintasan Galus-Abdya Memprihatinkan

BLANGKEJEREN – Lintasan Blangkejeren Terangun, Kabupaten Gayo Lues (Galus) menghubungkan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) kondisinya memprihatinkan dan dikeluhkan pengendara. Bahkan lintasan provinsi tersebut hanya bisa dilewati dan dilintasi oleh kendaraan tertentu, seperti mobil double cabin. Paling parah kawasan Bur Nipis, Kecamatan Terangun, badan jalannya dipenuhi bekas material longsor dan bongkahan batu gunung yang tidak kunjung dibersihkan.

Berdasarkan laporan yang diterima Serambi dari beberapa warga Terangun dan Kutapanjang serta tokoh masyarakat Galus lainnya. Mereka mengatakan lintasan Blangkejeren Blangpidie (Galus Abdya) itu kondisinya sangat memprihatinkan dan dikeluhkan para pengguna jalan selama ini yang mengalami kesulitan bila melewatinya.

Bahkan lintasan provinsi antarkabupaten dari poros tengah ke pesisir itu hanya bisa dilintasi oleh kendaraan tertentu khususnya double cabin. Namun, untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum sulit melintasi rute tersebut. Bahkan tidak ada yang bisa lewat akhir akhir ini, setelah kondisinya memprihatinkan dibeberapa lokasi.

“Lintasan Blangkejeren Blangpidie itu kondisinya memprihatinkan dan dikeluhkan para pengendara, baik penguna jalan dari Galus menuju Abdya maupun sebaliknya,” kata Ibrahim dibenarkan tokoh masyarakat lainnya dari Terangun dan Kutapanjang, kepada Serambi, Minggu (10/4).

Begitu juga halnya diakui sopir pribadi dan angkutan umum dari Blangkejeren Blangpidie itu. Lokasi yang cukup memprihatinkan di lintasan Galus Abdya tersebut berada di kawasan Bur Nipis, Kecamatan Terangun. Karena badan jalannya dipenuhi bekas material longsor dan bongkahan batu gunung yang tidak kunjung dibersihkan. Kondisi ini cukup membahayakan para pengendara yang melintas siang atau malam hari.

Lanjutnya, selain itu dua batang pohon besar yang berada di dekat camp perbatasan Galus Abdya juga sangat menganggu. Kondisi ini juga dikeluhkan para penguna jalan selama ini, bahkan sangat rawan menyebabkan kecelakaan lalulintas. “Bisa dikatakan tidak ada kendaraan kecil maupun kendaraan pribadi yang melintas akhir akhir ini, kecuali kendaraan seperti double cabin alias double gerdang,” sebut Sabri, seorang guru sekolah di Terangun.

Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim kepada Serambi kemarin mengaku, lintasan Blangkejeren-Blangpidie tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Bahkan ada beberapa kendaraan dilaporkan terperosok dan nyangkut di kawasan Bur Nipis tersebut. “Tadi malam juga mobil dinas anggota DPRK Galus tertahan di kawasan Bur Nipis dan terpaksa dibantu mengunakan kendaraan double cabin,” kata Bupati, seraya mengaku sehari sebelumnya melintasi rute Blangkejeren Terangun Tongra Blangpidie tersebut.

Bupati minta bantuan Pemerintah Aceh melalui instansi terkait, agar jalan Galus Abdya di kawasan Bur Nipis tersebut diaspal atau dilakukan pengerasan (sirtu) dengan aspal lapisan. Meskipun tidak dilakukan aspal beton, sehingga material yang ada tidak hanyut di saat hujan.”Lintasan itu rutin dilalui para pedagang ikan basah dari Abdya ke Galus, begitu juga sebaliknya pedagang tembakau serta hasil bumi lainnya dari Galus ke Abdya. Bahkan setelah lintasan itu memprihatinkan dan dikeluhkan oleh masyarakat, berdampak pada perekonomian masyarakat yang mulai menurun,” ujar Bupati Galus.(c40) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id