Dua Tenaga Medis RS Arun Diaktifkan di Bagian Adm | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Tenaga Medis RS Arun Diaktifkan di Bagian Adm

Foto Dua Tenaga Medis RS Arun Diaktifkan di Bagian Adm

* Kasus Dugaan Salah Transfusi Darah

LHOKSEUMAWE – Penanggungjawab Rumah Sakit (RS) Arun, Lhokseumawe, Hariadi, menyebutkan pihaknya mengaktifkan kembali dua tenaga medis yang sebelumnya dinonaktifkan, pascamencuatnya kasus dugaan salah transfusi darah terhadap seorang pasien di rumah sakit tersebut.

“Kedua petugas itu, yaitu seorang di laboratorium dan seorang lagi tenaga medis di ruangan, sudah kita aktifkan kembali. Tapi keduanya ditempatkan di bagian administrasi,” kata Hariadi, kepada Serambi, Minggu (10/4).

Sedangkan seorang perawat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan salah transfusi darah tersebut, masih tetap dinonaktifkan. Namun semua haknya sebagai karyawan, seperti gaji dan fasilitas rumah tetap diberikan sebagaimana biasanya, termasuk menyediakan advokasi hukum.

Sementara itu, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lhokseumawe masih terus mengusut kasus dugaan salah transfusi darah pada pasien RS Arun, bernama Badriah, warga Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Pada Sabtu (9/4), penyidik sudah memeriksa empat saksi dari Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, sebagai saksi. Dua hari sebelumnya, polisi juga sudah memintai keterangan sejumlah petugas medis RS Arun. Semuanya diperiksa sebagai saksi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir, Minggu (10/4) menyebutkan, untuk kedua tersangka yaitu perawat RS Arun dan petugas UTD PMI Aceh Utara, akan diperiksa hari ini, Senin (11/4).

Seperti diberitakan, RS Arun Lhokseumawe dan UTD PMI Aceh Utara dilaporkan ke Polres Lhokseumawe atas dugaan kesalahan transfusi golongan darah pada pasien bernama Badriah, dari yang seharusnya golongan darah O, tapi yang ditransfusikan golongan darah B. Akibatnya, pasien mengalami kejang-kejang, koma beberapa kali, bahkan harus menjalani curi darah.(bah) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id