Parpol Izinkan Kadernya Ikut Konvensi Partai Lain | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Parpol Izinkan Kadernya Ikut Konvensi Partai Lain

Foto Parpol Izinkan Kadernya Ikut Konvensi Partai Lain

BANDA ACEH – Jelang Pilkada 2017, Partai NasDem, Demokrat, PAN, dan Hanura melakukan kovensi untuk menjaring calon kepala daerah yang akan diusung dan didukung. Sejumlah ketua partai politik di Aceh tidak mempermasalahkan kadernya mengikuti kovensi yang digelar oleh empat partai tersebut.

Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil kepada Serambi, Sabtu (9/4) mengatakan, partainya tidak melarang kadernya mengikuti survei yang dilakukan partai lain. Pasalnya, selain NasDem tidak memiliki cukup kursi untuk mengusung calon sendiri juga karena membutuhkan banyak dukungan partai politik untuk berkoalisi pada pilkada mendatang.

“Karena bagi NasDem yang dicari adalah calon pemimpin yang didukung atau diusung oleh partai politik. Jadi semakin banyak partai yang mendukung maka akan semakin bagus, apalagi kalau maju sebagai calon harus didukung oleh koaliasi partai karena tidak cukup hanya dengan Partai NasDem saja,” katanya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, T Iskandar Daod. Menurutnya, Demokrat tidak memperamasalahkan apabila ada kadernya mengikuti kovensi partai lain, meskipun Partai Demokrat juga melakukan survei. “Kader Demokrat boleh mengikuti survei partai lain, tapi harus melapor,” katanya.

Bahkan, lanjut Iskandar, pihaknya tidak keberatan apabila ada kadernya yang memenangi kovensi partai lain, asalkan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. “Kalau hasil surveinya bagus artinya dia diinginkan oleh masyarakat dan Demokrat tentu akan mendukung apa yang diinginkan masyarakat. Demokrat tidak akan melawan keinginan rakyat,” ujar dia.

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh, Anwar Ahmad dan Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Aceh, Syafruddin Budiman juga menyampaikan hal yang sama. Keduanya menilai, pihaknya tidak bisa mengusung calon sendiri karena tidak memiliki cukup kursi di parlemen sehingga harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kita berikan kebebasan kepada kader untuk mengikuti survei dan menjadikan itu perbandingan. Karena untuk membangun daerah, bukan hanya persoalan banyaknya perolehan kursi di parlemen, tapi harus ada kebersamaan dari semua partai,” kata Anwar Ahmad.

Pengakuan yang hampir sama juga disampaikan oleh sejumlah ketua partai politik lainnya, seperti, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif, Ketua DPD Gerindra Aceh, TA Khalid, dan Sekretaris DPW PKS Aceh, Khairul Amal.(mas) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id