Pesona York, Kota Historis di Inggris | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pesona York, Kota Historis di Inggris

Foto Pesona York, Kota Historis di Inggris

OLEH MUHAMMAD QASHMAL ABRAR, mahasiswa asal Aceh, melaporkan dari Kota York, Inggris

DALAM perjalanan wisata ke Inggris, saya berkesempatan mengunjungi kota tua bernama York yang berada di daerah North Yorkshire, berdekat dengan Sungai Duse dan Foss. Kota kaya pesona ini merupakan ibu kota historis Yorkshire, di mana Kota York dikelilingi oleh tembok yang membentengi pusat kota.

Dari masa Romawi hingga sekarang, tembok tersebut masih berdiri sangat kokoh dan indah meskipun sudah berusia ratusan tahun. Kota York merupakan kota kecil yang penuh dengan nilai sejarah dan bangunan tua di dalamnya, sehingga bagi para penikmat keindahan bangunan tua peninggalan zaman dulu kota ini tentunya tak boleh terlewatkan untuk dikunjungi.

Perjalanan yang ditempuh menghabiskan waktu satu jam perjalanan menggunakan kereta api dari Manchester menuju York.

Sesampai di York, saya langsung mengunjungi ke sebuah museum yang tak jauh dari stasiun. Museum tersebut adalah museum kereta api bernama National Railway Museum. Di sini ditampilkan beberapa jenis kereta api dari zaman kerajaan dahulu kala hingga sekarang.

Wisatawan yang mengunjungi Kota York umumnya dengan mudah dapat berjalan kaki mengelilingi objek-objek bersejarah melihat jarak dari satu objek dan objek lainnya saling berdekatan. Dalam waktu hanya satu hari saja, dari pagi hingga malam, saya dapat mengunjungi hampir seluruh objek sejarah yang ada. Mulai dari National Railway Museum, Yorkshire Museum, York Gardens, York Dungeon, hingga York Minster yang merupakan bangunan bersejarah yang sangat cantik dan paling banyak dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Kota York.

Di sela-sela perjalanan, seperti yang telah diperintahkan untuk kaum muslim di mana pun berada, tentunya saya tetap harus menunaikan shalat lima waktu. Berada di kota yang minoritas kaum muslim, keberadaan masjid tidaklah sebanyak dan semudah mendapatkan masjid seperti di Aceh, sehingga saya harus menggunakan transportasi umum untuk mencapai masjid terdekat. Tapi dikarenakan kota tersebut tidak besar, maka perjalanan yang ditempuh pun dapat dijangkau dengan waktu yang tidak lama.

Sesampai di masjid, saya tunaikan shalat Ashar dan Magrib berjamaah. Di sela-sela menunggu azan Magrib berkumandang, saya melihat beberapa pemuda sedang berbincang-bincang mengkaji ilmu agama dalam satu kelompok kecil.

Pada saat bersamaan, seorang pemuda melihat dan menghampiri saya yang pada saat itu sedang duduk sendiri. Pemuda tersebut menawarkan makanan dan minuman ringan sembari saya duduk hingga mengajak saya untuk bergabung berbincang dengan mereka. Sulit untuk menolak ajakan tersebut. Alhasil, saya pun ikut bergabung bersama mereka. Terlihat dalam kelompok kecil tersebut beberapa pemuda yang berasal dari negara muslim yang berbeda-beda berkumpul bersama dalam satu majelis. Kebanyakan dari mereka merupakan muslim keturunan Pakistan.

Mengetahui dari mana saya berasal, mereka sangat tertarik menanyakan banyak hal kepada saya, seperti mengapa saya tertarik mengunjungi Kota York, apa yang saya cari di kota kecil ini, hingga menanyakan kondisi yang saya alami semasa saya berada di Inggris. Meski baru saling mengenal, tapi percakapan terasa sangat akrab dan terbuka satu sama lain. Walaupun di luar masjid saya merasa bahwa kaum muslim sedikit jumlahnya, tapi pada saat berada dalam masjid ini keadaannya sangatlah berbeda. Saya merasa ikatan antara muslim satu dengan lainnya sangatlah kuat.

Nilai-nilai yang dapat dicontoh yang saya dapatkan saat berada di masjid ini maupun masjid lainnya di York ini, yaitu walaupun tidak saling mengenal, tapi mereka tetap menjamu tamu yang hadir dengan sangat baik dan hangat.

Selesai menunaikan shalat Magrib berjamaah, saya pun menyudahi perjalanan singkat sehari penuh di York, kota tua yang menyimpan banyak cerita dalam setiap bangunan dan peninggalan sejarahnya.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id