Muhammadiyah Aceh Netral Dalam Pilkada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Muhammadiyah Aceh Netral Dalam Pilkada

Foto Muhammadiyah Aceh Netral Dalam Pilkada

SINGKIL – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Aceh, Dr Aslam Nur, memastikan bahwa organisasinya netral dalam Pilkada Aceh. Ia pun mewanti-wanti pengurus yang ada di daerah tidak memanfaatkan persyarikatan untuk mendekati satu kubu tertentu.

Hal itu ditegaskan Aslam Nur saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 Muhammadiyah Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (8/4) malam di komplek perguruan Muhammadiyah Rimo, Gunung Meriah.

“Muhammadiyah netral tidak memberikan dukungan kepada calon siapapun dalam pilkada. Siapa saja yang maju, silakan, yang penting mampu memajukan bangsa,” kata Aslam Nur disambut tepuk tangan perserta Musda.

Menurut Aslam, menjadi pimpinan Muhammadiyah semata-mata demi pengabdian dalam upaya memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Bukan berprilaku sebaliknya menjadi batu loncatan dalam mendekati seseorang.

“Muhammadiyah ini dilihat dari luar sangat besar dan memang besar melihat amal usaha yang dimilikinya. Makanya orang menyangka jadi ketua Muhammadiyah pasti besar, padahal gajinya baru diambil kelak di akhirat,” ujarnya.

Di sisi lain, Aslam menyinggung bahwa Muhammadiyah sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Kehadiranya dalam upaya memajukan dan mensejahterakan masyarakat lewat amal usahanya terutama di bidang pendidikan. “Bila ada sedikit perbedaan jangan lantas dicurigai aneh-aneh,” tukasnya.

Sebelumnya Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi saat menyampaikan sambutan dalam acara tersebut mengatakan, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pembangunan di daerahnya. Termasuk menengahi peristiwa bentrok dua kelompok berbeda Muhammadiyah mengambil peran dengan memberikan pemahaman terhadap umat tentang pentingnya hidup toleransi.

“Sadar tidak sadar saat ini umat sangat mudah terprovokasi. Untuk itu saya meminta Muhammadiyah dapat terus menjadi pelopor dalam memberikan pemahaman terhadap umat,” kata Sekda.

Sedangkan Ketua DPD Muhammadiyah Aceh Singkil, Roswin, menjelaskan, Musda merupakan wahana merajut silaturahmi serta menyatukan pikiran. Roswin juga meminta elit di daerahnya konsiten antara perkataan dengan perbuatan.(de) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id