Blangtingkeum Produksi Kunyit Bubuk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Blangtingkeum Produksi Kunyit Bubuk

Foto Blangtingkeum Produksi Kunyit Bubuk

BANDA ACEH – Desa Blangtingkeum, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar mulai memproduksi kunyit basah menjadi kunyit bubuk. Kegiatan yang baru berjalan empat bulan itu melibatkan orang tua dan anak-anak putus sekolah di desa tersebut.

Keuchik Blangtingkeum, M Sulaiman kepada Serambi, Sabtu (9/4), menyebutkan 220 kepala keluarga (KK) warga desa itu bekerja sebagai petani kunyit, kemiri, dan pinang. Selama ini, menurutnya, tiap kali panen, petani menjual kunyit basah kepada pembeli yang datang ke desa itu Rp 2.500/kg. Menurutnya, harga tersebut ini tak menguntungkan petani.

“Bila sedang musim hujan, hasilnya dibagi dua antara pekerja dan pembeli. Akhirnya petani yang rugi. Karena itu, kita berpikir bagaimana menjual kunyit ini agar nilai jualnya bertambah,” ungkap Keuchik didampingi relawan Inspirasi Anak Negeri (IAN) sekaligus pendamping petani kunyit, dr Natalina Christanto dan Yuni Saputri STP.

Dengan didampingi relawan, lanjutnya, sudah 530 kg kunyit basah yang diolah menjadi kunyit bubuk dengan harga Rp 70 ribu/kg. “Ini menambah pendapatan petan. Bila ada yang menjual kunyit basah ke kita, kami bisa beli Rp 3.500 per kilogram,” kata Sulaiman yang juga petani kunyit.

Dikatakan, kunyit bubuk diproduksi sesuai permintaan. Saat ini, sebut Sulaiman, pihaknya sedang melengkapi dokumen-dokumen lain seperti dari BBPOM, LPPOM MPU. Sehingga kunyit bubuk itu bisa dipasarkan secara luas.

Natalina Christanto menambahkan, petani memproduksi kunyit bubuk masih menggunakan alat-alat tradisional. Menurutnya, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Bila ingin membantu, kata Natalina lagi, pemerintah hendaknya dapat memberikan alat-alat pendukung produksi seperti mesin giling, mesin pengiris, oven, serta cara menanam dan waktu panen yang baik.

Selain Natalina dan Yuni, relawan yang juga mendampingi para petani kunyit ini yaitu Iqbal Fadli (bisnisman), Vesara Ardhe (farmasi) dan Muhammad Zacky (hukum).(una) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id