Jembatan di Mila Terancam Ambruk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jembatan di Mila Terancam Ambruk

Foto Jembatan di Mila Terancam Ambruk

SIGLI – Jembatan sepanjang 90 meter di Kecamatan Mila, Pidie, patah dan membuat lantai jembatan mulai miring, akibat akibat tiang tengahnya tergerus erosi. Keuchik Menasah Teumeucot, Kecamatan Mila, Hasballah, kemarin mengatakan, jembatan ini sudah berusia puluhan tahun dan sudah seharusnya di rehab.

“Jika tak segera diperbaiki, jembatan ini akan ambruk karena bagian tengahnya sudah patah. Pemkab jangan mengulur-ulur waktu memperbaiki jembatan ini, karena kami khawatir akan jatuh korban,” katanya.

Menurutnya, setiap hari, jembatan ini cukup ramai dilintasi warga Kecamatan Mila dan Sakti. Sementara Krueng Baro yang mengalir di bawahnya, juga kerap mengalami banjir akibat tingginya debit air dari hulu. Sehingga perlu segera diperbaiki, untuk menghindari ambruknya jembatan yang bisa memutus jalur transportasi warga di dua kecamatan itu.

Camat Mila, Jamaluddin SSos, yang dihubungi Serambi, kemarin mengatakan, jembatan tersebut rusak sejak satu tahun terakhir. Selain patah di bagian tengah, lantai jembatan juga berlubang akibat aspalnya banyak yang sudah terkelupas. “Saya telah melaporkan hal ini ke Dinas BMCK Pidie. Namun mereka mengatakan, jembatan itu masih bisa bertahan beberapa tahun lagi,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, Muhammad Nazar ST MT, mengatakan pemerintah sudah merencanakan pembangunan jembatan baru di sisi jembatan yang patah itu.

“Jembatan lama akan diperbaiki, dan di sampingnya akan dibangun jembatan baru. Sehingga jembatan tersebut nantinya akan menjadi dua jalur. Rencana ini baru akan terealisasi tahun 2017, dan jembatan yang patah kami perkirakan masih bisa bertahan selama tiga tahun lagi,” katanya.

Sementara , di Kabupaten Pidie Jaya, jembatan gantung menghubungkan Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu dengan Gampong Seunong Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya, yang runtuh tahun 2009 lalu, hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal, warga sudah menunggu hingga enam tahun sejak jembatan itu putus.

“Masyarakat sangat membutuhkan jembatan ini untuk mengangkut hasil sawah dan kebun mereka. Pemerintah kami minta tidak mengabaikan perbaikan jembatan ini, karena warga sudah lelah berharap,” kata Kechik Blang Awe, Razali, dan Keuchik Gampong Seunong, Husni Syahbuddin.

Selama ini, warga terpaksa mengarungi sungai untuk bisa sampai ke seberang. Namun hal ini tidak selalu bisa dilakukan. Karena jika musim hujan, warga terpaksa mencari rute lain yang sangat jauh untuk bisa ke seberang.

Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU Pijay, Rizal Fikar yang ditanyai Serambi, menyebutkan pihaknya sedang berupaya agar jembatan itu dibangun kembali. “Kami sedang berupaya agar jembatan itu dibangun kembali,” katanya, tanpa menjelaskan apa upaya yang dimaksudnya itu.(ag) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id