TM Nurlif: Tidak Ada Lagi Dualisme di Golkar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

TM Nurlif: Tidak Ada Lagi Dualisme di Golkar

Foto TM Nurlif: Tidak Ada Lagi Dualisme di Golkar

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I PartaiGolkar Aceh, Drs TM Nurlif, menegaskan bahwa tidak ada lagi dualisme dalam tubuh partai berlambang pohong beringin. Dengan terjadinya rekonsiliasi ditingkat pusat, maka berakhir pulalah perpecahan di internal partai tersebut.

“Setelah musda (DPD I PartaiGolkar Aceh) kemarin, tidak ada lagi perpecahan di internal partai. Bahkan pengurus ditingkat nasional sudah ada melakukan rekonsiliasi. Itu akan menjadi energi baru bagi PartaiGolkar untuk bergerak lebih progresif ke depan dalam rangka persiapan berbagai even politik,” katanya kepada Serambi, Jumat (8/4).

Pernyataan itu disampaikannya jelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pelantikan Pengurus DPD I PartaiGolkar Aceh, dan Deklarasi TM Nurlif sebagai Calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Minggu, 10 April 2016.

Dia pun berharap kegiatan itu dapat memperkokohkembali persatuan dan kekompakan kader dalam menghadapi Pilkada 2017 dan Pileg 2019.

“Kita harap dalam rakerda ini ada kesepakatan baru sebagai energi baru bagi kader PartaiGolkar. Bahkan struktur PartaiGolkar nantinya juga tidak berhenti sampai di tingkat kecamatan saja, tapi kita juga menginginkan nanti kepengurusan PartaiGolkar ada hingga ke tingakt desa,” ujarnya didampingi Ketua dan Wakil Ketua Panitia Kegiatan, Sabri Badruddin dan Suprijal Yusuf.

Nurlif menilai, kekisruhan yang terjadi ditubuh PartaiGolkar hanya sebagai dinamika politik semata. Namun demikian, Nurlif bersyukur atas rekonsiliasi yang tercapai di tingkat pusat sehingga mengakhiri konflik di internal partai.

“Kita bersyukur dengan kematangan dan kedewasaan politik persoalan ini bisa kita selesaikan dengan cara musyawarah,” katanya.

Dia juga mengapresiasi langkah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PartaiGolkar di Bali pada 7 Mei 2016. Menurut Nurlif, dengan selesainya persoalan di tingkat pusat, maka secara otomatis persoalan dualisme ditingkat daerah juga sudah berakhir. “Saya pulang kemari (Aceh) bukan untuk mendinginkan suasana, tapi dengan dingin di atas di bawah juga sudah dingin,” ujar dia.

Begitupun, dia menginginkan agar PartaiGolkar dapat menjadi wadah menampung aspirasi masyarakat. Selain itu, dia juga berharap partai pimpinannya bisa menjadi mitra pemerintah yang kritis. Menurutnya, setiap program pemerintah yang pro rakyat wajib mendapat dukungan partai, tapi apabila sebaliknya maka partai akan memberisaran dan solusi.

“Kita juga mengajak partai lain untuk melihat permasalahan rakyat untuk membuat Aceh lebih maju. Partaipolitik harus bisa menanggulangi setiap permasalahan untuk mencari solusi. PartaiGolkar tidak ada sekat, baik dengan partai nasional maupun partai lokal, yang terpenting bagaimana kita bisa memajukan Aceh,” pungkasnya.(mas) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id