Riau Belajar Pembibitan Udang Galah ke Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Riau Belajar Pembibitan Udang Galah ke Aceh

Foto Riau Belajar Pembibitan Udang Galah ke Aceh

BANDA ACEH – Enam Anggota Komisi B DPRD Riau yang dipimpin Ketua, Marwan melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh di aula kantor itu untuk belajar pembibitan udang galah, Jumat (8/4). Seusai pertemuan itu, mereka minta diantar ke tempat pembibitan udang galah di Ujong Batee, Aceh Besar dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo.

“Kami ingin kembali belajar budi daya udang galah yang dulunya Riau pernah terkenal sebagai daerah produsen terbesar di Sumatera,” kata Ketua Komisi B DPRD Riau, Marwan dalam pertemuan dengan pihak DKP Aceh.

Marwan mengatakan,tujuan kunjungan kerja mereka ke Aceh untuk melihat perkembangan pertambakan ikan dan udang di Aceh. Pasalnya, mereka mendengar informasi bahwa industri pertambakan udang dan ikan di Aceh setelah konflik dan tsunami sudah mulai bangkit kembali.

Selain itu, Aceh juga sudah memiliki Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) di Lampulo, sehingga mereka datang untuk melihat perkembangan perikanan di Aceh. “Ini bukan sekadar kunjungan, tapi setelah kami pulang ke Riau, bakal ada kunjungan dari pihak DKP Riau untuk menyikapi hasil kunjungan kami,” ujarnya.

Kepala DKP Aceh, Ir Diauddin antara lain mengatakan di tempat pembibitan udang galah Ujong Batee ini, ada beberapa kegiatan pembibitan jenis udang lainnya dan ikan bandeng, kerapu, ikan nila salin, dan lainnya. Sedangkan di PPS Lampulo, kata Diauddin, sudah terdapat sudah terdapat satu cold storage (ruang pendingin ikan) dan satu pabrik es milik swasta.

“Dalam tahun ini juga, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan membangun satu lagi cold storage. Fasilitas lain yang dimiliki, adalah tempat penggilingan tepung ikan. Saat musim banyak ikan, ikan-ikan yang kualitas rendah ditampung di tempat penggilingan ikan, dikeringkan, kemudian diolah menjadi tepung ikan. Ini sangat membantu, pabrik pakan pakan ternak yang membutuhkan bahan campuran tepung ikan untuk produksi pakan ternaknya,” jelas Diauddin. Pada 2016, kata Diauddin, peningktan fasilitas PPS Lampulo terus ditingkatkan, baik yang bersumber dari APBA maupun APBN. (her) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id