Tangkur Buaya Singkil Banyak yang Minati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tangkur Buaya Singkil Banyak yang Minati

Foto Tangkur Buaya Singkil Banyak yang Minati

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Jumlah buaya yang mencapai 3.000 ekor di sungai-sungai dan muara Aceh Singkil, menyebabkan banyak pula para peminat tangkur buaya yang berupaya mendapatkannya. Mereka percaya bahwa benda tersebut berkhasiat menunjang vitalitas pria dan dapat mengatasi disfungsi ereksi.

“Hampir setiap minggu ada saja orang yang mendatangi atau menelepon saya bertanya apakah saya punya stok tangkur buaya. Mereka ingin membelinya,” ungkap Jumadil Akhir (42), pawang buaya yang bermukim di Desa Siti Ambiya, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil menjawab aceh.Uri.co.id yang menghubunginya dari Banda Aceh per telepon, Jumat (8/4/2016) petang.

Calon pembeli tangkur buaya itu, kata Jumadil, umumnya datang dari Medan, Sibolga, Jakarta, bahkan Thailand dan Tiongkok. Tak terkecuali warga Singkil sendiri dan tetangganya, Kota Subulussalam.

Mereka menghubungi atau mendatangi Jumadil karena di seantero Aceh Singkil nama Jumadil Akhir alias Koyong tersohor sebagai pawang buaya dan sudah menangkap puluhan buaya.

Sepanjang kariernya sebagai pawang sejak Maret tahun lalu, Jumadil sudah menangkap hidup-hidup menggunakan perangkap 13 buaya dewasa dan 35 ekor anaknya. Namun, hingga kini belum satu pun tangkur buaya itu diambil dan dijualnya mesti yang berminat ramai.

Alasannya, buaya termasuk satwa dilindungi, sehingga ia tak mau mengambil organ tubuh si buaya untuk diperjualbelikan. “Saya tak mau berurusan dengan penyidik dari KSDA ataupun polisi gara-gara tangkur buaya,” ujar Jumadil.

Alasan kedua, tiap kali buaya, termasuk yang pernah memakan orang, masuk perangkap Jumadil, pastilah ramai orang berdatangan untuk menontonnya.

“Nah, dalam keadaan seperti itu manalah mungkin saya mencari dan memotong tangkur buaya. Malu kan cari-cari tangkur di depan orang ramai,” ujarnya terbahak.

Karena dua alasan itulah hingga kini Jumadil belum pernah sekalipun mengoleksi dan menjual tangkur buaya, meski peminatnya ramai.

“Jadi, kalau calon pembeli bertanya, selalu saya jawab stok tidak ada,” kata Jumadil.

Ayah lima anak ini mengaku tahu khasiat tangkur buaya, namun ia tak pernah mengoleksi, apalagi memanfaatkannya.

Tangkur buaya adalah alat kelamin buaya jantan yang panjangnya sekitar 14-20 cm. Sebagian warga, terutama di Jawa, Malaysia, dan Tiongkok, yakin tangkur buaya tersebut berkhasiat menunjang vitalitas pria.

Tangkur tersebut biasanya direbus dan air rebusannya diminum setengah jam sebelum berhubungan intim. Ada juga yang menaruh sangkur buaya di dalam minyak poles yang baru akan dipoleskan menjelang “bercinta” dengan pasangan.

Di pasar gelap, sebuah sangkur buaya dihargai antara Rp 330.000 hingga Rp 2 juta per buah, tergantung ukurannya. Cuma Jumadil mengingatkan jangan sampai tertipu tangkur buaya palsu.

“Selain itu, ada pula ikan yang bernama tangkur buaya karena fisiknya memang mirip tangkur buaya. Nah, pembeli jangan sampai tertipu. Niat hati ingin mencari organ vital buaya, eh, yang diperoleh justru hanya seekor ikan kurus tak berdaging,” ujarnya berkelakar. (*) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id