DJP Blokir Rekening 24 Penunggak Pajak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DJP Blokir Rekening 24 Penunggak Pajak

Foto DJP Blokir Rekening 24 Penunggak Pajak

* Total Tunggakan Rp 33,6 Miliar

BANDA ACEH – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh terhitung Kamis kemarin memblokir secara serentak rekening 24 penunggak pajak di tujuh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wilayah Kerja Aceh.

Dari 24 rekening penunggak pajak yang diblokir itu, 19 di antaranya rekening milik badan/perusahaan, sedangkan lima lagi milik wajib pajak perseorangan.

“Pemblokiran rekening ini dilakukan serentak dengan total tunggakan Rp 33,6 miliar atas 24 rekening aktif wajib pajak yang menunggak pajak,” kata Kepala Kantor Wilayah DJP Aceh, Aim Nursalim Saleh, dalam konferensi pers di kantor setempat, Kamis (7/4).

Ia tambahkan, rekening yang diblokir milik 19 penunggak pajak yang berstatus perusahaan/badan itu total tunggakannya Rp 28,6 miliar. “Sedangkan rekening milik lima penunggak pajak perseorangan jumlah tunggakannya 4,9 miliar rupiah,” kata Aim Nursalim Saleh.

Menurut Aim Nursalim, untuk tenggat waktu pembayaran atau pelunasan yang harus dipatuhi penunggak pajak, jika merujuk pada standard operating procedur (SOP), maka penunggak pajak mempunyai waktu untuk melunasinya 2 x 24 jam. Akan tetapi, DJP Aceh melakukannya secara lebih fleksibel.

Ia katakan, tunggakan pajak tersebut merupakan akumulasi dari pajak bervariasi yang terakumulasi sejak lima tahun lalu sampai saat ini. “Apabila penunggak pajak tetap tidak melakukan kewajibannya, maka kita akan menyita aset lainnya milik mereka,” imbuh Aim.

“Bagi yang sudah kami blokir rekeningnya kami harapkan secara kooperatif melakukan pelunasan tunggakan pajak. Silakan hubungi KPP terdekat bagi wajib pajak. Kenapa baru sekarang kita laksanakan, mengingat tahun ini adalah tahun penegakan hukum,” lanjut Kakanwil DJP Aceh itu.

Dengan program pemblokiran rekening penunggak pajak senilai Rp 33.612.551.623 ini, menurut Kakanwil DJP Aceh, dapat menyelamatkan uang negara sebagaimana tahun ini, target penyelamatan uang negara sebesar Rp 112 miliar yang ditargetkan untuk dapat dicairkan.

“Tunggakan Rp 33,6 miliar ini bagian dari Rp 112 miliar yang ditargetkan dapat kita cairkan tahun ini, dan ini baru dari sisi penagihan saja,” sebut Aim.

Dia berharap, pemblokiran rekening tersebut memberikan efek jera kepada para penunggak pajak. Apabila masih tetap tidak membayar pajak, maka DJP Aceh akan melakukan penagihan aktif lainnya yang lebih berat daripada sekarang.

Untuk memblokir rekening penunggak pajak, Kanwil DJP Aceh bekerja sama dengan pihak perbankan, Polda Aceh, dan Kejaksaan Tinggi Aceh sesuai dengan MoU Kemenkeu Republik Indonesia dengan Polri dan MoU Kementeriang Keungan dengan Kejaksaan Agung untuk meningkatkan pencairan tunggakan pajak. (avi) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id