Seratusan Eks Pasien Jiwa tak Dijemput Keluarga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Seratusan Eks Pasien Jiwa tak Dijemput Keluarga

Foto Seratusan Eks Pasien Jiwa tak Dijemput Keluarga

BANDA ACEH – Seratusan eks pasien sakit jiwa telah dinyatakan sembuh di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh, hingga kini tak dijemput pihak keluarga. Pihak RSJ Banda Aceh mengakui kesulitan menampung mereka karena kapasitas ruangan terbatas.

“Setiap pasien yang diantar ke sini, paling lama proses penyembuhan hanya 10 hingga 20 hari, selanjutnya pasien sudah bisa dibawa pulang,” ujar Kepala Humas RSJ Banda Aceh, Azizurrahman MM kepada Serambi, Kamis (7/4).

Karena, kata Aziz, setelah proses penyembuhan selesai, dan dinyatakan bisa keluar dari ruang emergensi, kebanyakan pihak keluarga tidak mengunjungi pasien tersebut. “Ada pasien sudah 6 bulan hingga 1 tahun dinyatakan sembuh tapi tidak dijemput, ironisnya ketika kami antar pulang justru pihak keluarga yang tak mau menerimanya,” ungkapnya.

Menurut Aziz, saat ini RSJ Banda Aceh menangani 395 pasien sakit jiwa dari berbagai daerah di Aceh. Disebutkan, setiap hari ada 8 hingga 12 orang pasien masuk ke RSJ. Tingginya pasien yang masuk ke RSJ, pihaknya akan melakukan program droping atau pemulangan pasien jiwa ke pihak keluarga jika dalam jangka 6 bulan atau hingga 1 tahun tidak dijemput.

“Dari total pasien yang kita tangani, 80 persen itu sudah sembuh dan layak pulang dan mereka harus kita antar pulang. Kalau tidak, harus ada dinas yang menampung mereka ini, sehingga mereka tidak telantar ini,” katanya.

Aziz mengakui ada beberapa kasus pasien sudah layak pulang, namun melihat kondisi keluarga yang tidak memungkinkan, pihaknya mengambil sikap pasien untuk membawa ke RSJ kembali, padahal pasien itu sudah layak pulang. “Adanya tempat penampungan pasca sembuh ini penting, daerah kita akan bebas dari orang sakit jiwa yang berkeliaran. Jika mereka telantar, penyakit mereka akan kambuh lagi,” pungkasnya.

Pada bagian lain Humas RSJ Banda Aceh itu juga menjelaskan, kini RSJ juga menampung 20 orang pecandu narkoba. Kebanyakan pecandu dari kalangan anak muda tersebut, harus direhabilitasi di RSJ setelah pihak BNN Provinsi Aceh dan Kepolisian tidak memiliki tempat penampungan.

“Jadi pasien Napza ini sudah kita tampung sejak tahun 2010, namun banyak pasien yang sembuh dan dikembalikan kepada keluarga,” ujar Kepala Humas RSJ Banda Aceh, Azizurrahman MM kepada Serambi Kamis (7/4).

Namun, kata Aziz, permintaan rehabilitasi pasien Napza dari BNN dan Kepolisian sangat tinggi, sehingga pihaknya sering menolak para pasien Napza, terlebih kapasitas ruangan di RSJ untuk pecandu narkoba hanya untuk 20 pasien.

“Memang saat ini RSJ sudah memiliki ruangan untuk pasien pecandu narkoba ini untuk 70 orang, namun kita terkendala fasilitas dan tenaga medis, terlebih kita dilarang menerima tenaga kontrak saat ini,”jelas Azizurrahman.(c50) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id