Bendahara Kelompok Peternak Dirampok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bendahara Kelompok Peternak Dirampok

Foto Bendahara Kelompok Peternak Dirampok

* Korban Dibacok, Rp 260 Juta Raib

BANDA ACEH – Amiruddin (48) Bendahara Kelompok Peternak ‘Makmue Beusare’ Gampong Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Selasa (5/4) sekitar pukul 09.00 WIB dirampok dua pria.

Pada kejadian di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di depan SD Sihoum, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar itu, pelaku yang mengenakan rompi hijau ala personel lalu lintas bertuliskan ‘polisi’ berhasil membawa kabur uang Rp 260 juta milik kelompok itu yang dibawa korban saat kejadian itu.Taufik, anak Amiruddin kepada Serambi, Rabu (6/4), mengatakan, uang itu berhasil dirampas pelaku setelah ayahnya dibacok di kepala dan tangan kirinya. Menurut Taufik, dalam aksinya itu pelaku mencegat mobil ayahnya dengan sepeda motor Supra X hitam yang mereka kendarai.

Karena mengira yang mencegat adalah polisi, lanjut Taufik, maka ayahnya menghentikan mobil. Sebab, katanya, kedua pria tersebut mengenakan rompi hijau bertuliskan ‘polisi.’ Begitu mobil berhenti, menurut Taufik, satu dari dua pelaku langsung merengsek ke mobil meminta ayahnya menunjukkan SIM.

“Alasan mereka, mobil ayah saya dicurigai membawa ganja. Seorang pelaku meminta SIM dan seorang lainnya justru merapat ke pintu mobil samping kiri. Setelah membuka pintu, pria itu langsung mengambil bungkusan uang dalam tas yang ditaruh ayah saya di jok mobil,” kata Taufik mengutip keterangan ayahnya.

Melihat gelagat jahat dari pelaku, sambung Taufik, ayahnya berusaha menyelamatkan bungkusan berisi uang Rp 260 juta yang sudah berada di tangan pelaku. Aksi saling tarik pun tak terhindari sampai pelaku akhirnya mengeluarkan parang dan membacok kepala korban. “Karena luka di kepalanya tidak parah, ayah saya masih berupaya menarik bungkusan uang itu. Karena berusaha melawan, pelaku kemudian membacok tangan kiri ayah saya hingga mengalami luka cukup parah,” ungkapnya.

Karena mengalami pendarahan, tambah Taufik, ayahnya tidak mampu berbuat banyak melihat kedua pelaku membawa bungkusan berisi uang Rp 260 juta itu. Uang tersebut, katanya, seharusnya akan disetor ke Bank BRI Unit Indrapuri untuk melunasi pinjaman Kelompok Peternak Makmue Beusare dua tahun lalu.

“Ayah saya hanya tahu pelaku mengendarai Honda Supra X warna hitam serta mereka mengenakan rompi hijau bertuliskan ‘polisi’ dan memakai sarung tangan. Walau pelaku tak menutup wajah, tapi ayah sama sekali tak mengenal mereka,” ungkap Taufik. Cerita itu, kata Taufik lagi, didengar langsung dari ayahnya yang sudah sadarkan diri pada hari kejadian sekitar pukul 12.00 WIB saat dirawat di RS Satelit Indrapuri.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus perampokan itu. Besar kemungkinan, lanjut Kasat Reskrim, perampokan itu dilakukan pelaku yang keenal dengan korban serta sudah mengikuti Amiruddin dari Lambeugak.

“Kemungkinan kedua pelaku orang bayaran, karena korban tak kenal wajah mereka. Korban saat ini masih shok. Tangan kirinya luka terbelah dan mendapat jahitan lebih dari 15 kali,” pungkas Machfud.(mir) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id