PGN Rencanakan Bangun Infrastruktur Gas di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PGN Rencanakan Bangun Infrastruktur Gas di Aceh

Foto PGN Rencanakan Bangun Infrastruktur Gas di Aceh

* Untuk Industri dan Rumah Tangga

BANDA ACEH – Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Dirut PGN), Mugiono menyatakan, pihaknya siap membantu Pemerintah Aceh dalam penyediaan infrastruktur gas untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga.

“Kami bertemu Gubernur Aceh, Dokter Zaini Abdullah, untuk menawarkan kerja sama berbagai program pembangunan infrastruktur gas di Aceh,” kata Mugiono kepada wartawan, seusai pertemuannya dengan Gubernur Zaini, Rabu (6/4) di Pendapa (Meuligoe) Gubernur Aceh.

Didampingi stafnya, Marzuki Daham, Dirut PT PGN Mugiono itu mengatakan, kawasan migas bekas PT Arun yang terdapat di Lhokseumawe kini telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe. PGN siap berinventasi di dalam kawasan itu.

Tapi kalau di dalam kawasan itu sudah ada pihak lain yang berinvestasi sejenis seperti yang dijalankan PGN, maka PGN akan mencari lokasi lain. “Misalnya, di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan lainnya,” ujar Mugiono. Ia tambahkan, pertemuannya dengan Gubernur Aceh yang didampingi Staf Ahli Hukum, Ekonomi, dan tim migasnya, termasuk dari PT Arun, adalah untuk membahas apa yang bisa dilakukan PGN untuk masyarakat Aceh. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan gas industri dan rumah tangga. Kedua, untuk menghidupkan KEK Lhokseumawe atau kawasan ekonomi potensial lainnya yang bisa dikembangkan di Aceh.

Menurut Mugiono, Aceh sangat potensial untuk pengembangan industri gas dan PGN siap membantunya. “Tapi pemerintah dan masyarakatnya juga harus siap meberikan dukungan kepada PGN pada saat rencana pembangunan infrastruktur gas akan dilaksanakan,” imbuhnya.

Gas yang akan sediakan PGN nantinya, bukan hanya untuk gas rumah tangga dan industri. Tapi jika ada swasta lain yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga gas di Aceh, PGN siap menyuplai gasnya. “Jadi, kedatangan kami bertemu gubernur adalah untuk pekerjaan serius yang dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Aceh. Tapi kami masih menunggu respons Pak Gubernur,” ujarnya.

Seusai memaparkan rencana kerja samanya dengan Pemerintah Aceh, Dirut PGN menyerahkan miniatur kapal tanker gas kepada Gubernur Zaini Abdullah. Ini tanda bahwa kedatangan dan pertemuan yang dilakukan kemarin adalah kerja sama yang serius dan bisa segera direalisasikan.

Untuk lintasan Lhokseumawe-Belawan, lanjut Mugiono, sudah ada Pertamina bersama Pertagas yang membangun jaringan pipa gas industri dan rumah tangga. Jika dipercayakan membangun jaringan pipa gas untuk rute yang lain, seperti Lhokseumawe-Banda Aceh, PGN juga siap.

Untuk jangka pendek, kata Mugiono, kegiatan investasi yang bisa dilakukan adalah pengangkutan dan pendistribusian gas untuk industri dan rumah tangga. “Di beberapa daerah, seperti di Lampung sudah kita lakukan dan ternyata memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” demikian Mugiono.

Sementara itu, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang ditanyai Serambi seusai pertemuan itu mengatakan, Pemerintah Aceh setuju dengan paparan rencana pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan PT PGN di Aceh.

Aceh, kata Zaini, sangat terbuka terhadap investor. Apalagi, jenis investasi yang dijalankan bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Rencana PGN ingin membangun infrastruktur pipa gas untuk pemenuhan kebutuhan industri dan rumah tangga, seperti yang dilakukan Pertamina bersama Pertagas di bekas kawasan terminal Gas Arun Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara itu, sangat kita dukung,” ujar Zaini.

Untuk mendukung rencana itu, kata Gubernur Zaini, ia telah memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) teknis untuk terus berkoordinasi dan membantu PGN, terutama dalam pengurusan izin. “Kepala BP2T yang baru, kita minta memberikan bantuan perizinan yang maksimal untuk investor yang ingin menanamkan investasinya di Aceh. Begitu juga Kepala Bainprom yang baru, harus proaktif, jangan menunggu diperintah baru bekerja,” imbuh Zaini.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir T Syakur menilai paparan yang disampaikan PGN tentang rencananya membangun infrastruktur gas di Aceh, sangatlah serius. “Permintaan gas rumah tangga di Aceh memang cenderung meningkat. Tapi untuk industri, karena di Aceh pertumbuhan industrinya tidak sepesat di Jawa dan Sumut, ini akan menjadi tantangan bagi PGN untuk merealisasikan rencana investasinya itu,” ulas Syakur.

Terkait dengan rencana pengelolaan migas di Aceh, T Syakur sangat berharap pemerintah pusat bisa segera menetapkan Ketua Badan Pengeola Migas Aceh (BPMA). Tiga nama calon ketuanya (Marzuki Daham, Zulkifli, dan Lukman Umar) sudah dua bulan lalu dikirim Gubernur Aceh kepada Menteri ESDM. “Kalau Ketua BPMA sudah ada, bisa menambah keyakinan investor migas untuk merealisasikan investasi migasnya di Aceh, seperti PGN,” ujar Syakur. (her) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id