PT LCI Serahkan Rumah Ramah Lingkungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PT LCI Serahkan Rumah Ramah Lingkungan

Foto PT LCI Serahkan Rumah Ramah Lingkungan

BANDA ACEH – PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (5/4) menyerahkan dua unit ramah lingkungan Eco-Green pada dua warga kurang mampu di Aceh Besar. Acara serah terima rumah itu dipusatkan di salah satu penerima di Gampong Lagang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Penerima rumah bantuan ini yakni Alamsyah, warga Gampong Lagang yang berprofesi sebagai tukang cat, dan Amiruddin, warga Tanjung Deyah, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Penyerahana rumah itu dihadiri oleh, Country CEO Holcim Indonesia, Gary Schutz, Marketing Director Holcim Indonesia, Dhamayanti Suhita, Sekda Aceh Besar, Jailani Ahmad, Dekan Fakultas Teknik Usnyiah, Dr Mirza Irwansyah, serta Muspika Darul Imarah.

Gary Schutz dalam sambutannya mengatakan, pembangunan rumah Eco Green itu merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Aceh Besar, Unsyiah, Lafarge, dan lingkungan setempat. Menurutnya, rumah ramah lingkungan ini dibangun dalam jangka waktu tiga bulan. Pembangunannya juga bersinergi dengan misi Holcim Indonesia yang ramah lingkungan. “Saya juga senang saat mengetahui jika rumah ini dirancang oleh anak-anak Aceh yang juga menempuh studi di Aceh, sehingga pembangunannya akan mampu menyesuaikan dengan kondisi Aceh saat ini,” ujar Gary Schutz.

Sementara Dhamayanti Suhita mengatakan, proses pembangunan rumah itu sangat panjang. Karena mereka harus menyeleksi penerima harus benar-benar layak dari segi kemampuan ekonomi. Selain itu, mereka juga harus menyeleksi sekitar 150 arsitektur yang akan berkompetisi sebagai pemenang. Sehingga mereka berhak menjadi perancang rumah eco-green itu.

Dalam seleksi para aristek, yang menjadi sebagai juara I yakni Rifhan Novit (Mahasiswa Arsitektur Unsyiah), dan juara II yakni Deddy Handayani dan Aji Sofiana Putrid (Alumni Teknik Unsyiah). Bahkan tukang bangunan dalam proyek itu juga dibekali oleh ketrampilan konsep ramah lingkungan.

Rumah tersebut dinyatakan ramah lingkungan karena jarak antara lantai ke plafon sekitar lima meter, kemudian memiliki banyak lubang udara, sehingga tidak ada udara yang terperangkap di dalam rumah. Kemudian memiliki banyak jendela, sehingga tidak membutuh lampu saat siang hari.

Sementara itu, Sekda Aceh Besar, Jailani Ahmad mengatakan, proyek itu snagat bermanfaat karena akan mengurangi jumlah warga kurang mampu yang tidak memiliki rumah layak huni di Aceh Besar. Ke depan ia mengharapkan pembangunan rumah itu akan terus berlanjut.

“Saya apresiasi kepedulian Lafarge tidak hanya fokus pada lokasi sekitar pabrik, namun sudah meluas ke desa lain. Semoga akan semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari keberadaan Lafarge,” ujar Jailani.(mun) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id