Nama Wartawan Serambi Dicatut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nama Wartawan Serambi Dicatut

  • Reporter:
  • Rabu, April 6, 2016
Foto Nama Wartawan Serambi Dicatut

* Mantan Kepsek Nyaris Jadi Korban

TAPAKTUAN – Rasyidin, mantan Kepala SD Tapak Aulia, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan nyaris menjadi korban pemerasan seseorang yang mengaku wartawan Serambi Biro Tapaktuan. Kepada korban, pelaku meminta ditransfer uang sebesar Rp 1 juta ke No Rek: 532901009047535 an Winda Handayani sebagai kompensasi agar berita menyangkut dugaan penyelewengan dana BOS tidak dipublikasikan di Serambi.

Rasyidin yang merasa takut terhadap ancaman pelaku langsung melaporkan kejadian itu kepada Masluyuddin, wartawan Harian Analisa. Masluyudin yang merasa janggal dengan informasi tersebut kemudian melaporkannya kepada wartawan Serambi yang dicatut namanya. Sementara itu Rasyidin yang dikonfirmasi Serambi membenarkan dirinya diperas seseorang yang menggunakan No HP 085257635004.

“Dia mengaku (namanya-red) Taufik wartawan Serambi dan dia meminta uang Rp 1 Juta agar berita menyangkut pengelolaan dana BOS semasa saya masih menjabat Kepala SD Tapak Aulia tidak dimuat di Serambi. Informasi itu katanya diperoleh dari kepala sekolah yang baru dan bendahara. Namun setelah saya konfirmasi ke Kepsek dan bendahara mereka mengaku tidak pernah melapor apapun ke wartawan Serambi,” ungkapnya.

Karena merasa janggal, dan tidak melakukan penyimpangan dana BOS, Rasyidin kemudian tidak mengirim uang Rp 1 Juta yang diminta pelaku. “Saya laporkan ke Pak Masluyuddin, nomor HP dan rekeningnya juga sudah saya kirim ke Pak Masluyuddin,” ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, Serambi belum berhasil mendapat konfirmasi dari pelaku yang mencatut nama wartawan Serambi tersebut. Saat dihubungi, nomor HP bersangkutan aktif, tapi tidak menjawab. Demikian juga SMS yang dikirim Serambi tidak dibalas. Selanjutnya saat dihubungi kembali nomor tersebut sudah tidak aktif.

Wartawan Serambi Biro Tapaktuan, Taufik Zass mengaku kaget dengan informasi tersebut dan meminta kepada korban untuk melaporkan kasus pemerasan tersebut kepada pihak berwajib. Taufik juga mengaku jika kasus tersebut sudah dilapor ke polisi, maka dirinya juga akan melaporkan pelaku atas kasus pencemaran nama baik.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada oknum yang mencatut-catut nama saya. Saya tidak pernah melakukan dan melegalkan perbuatan haram tersebut,” ujarnya. Menurut Taufik apabila ada pihak yang masih mencatut namanya untuk kepentingan kejahatan atau sejenisnya, maka dapat menghubunginya ke nomor HP: 0812641641 atau 082165106681.(tz/nun) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id