Tiga Kapal Asing Diledakkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Kapal Asing Diledakkan

Foto Tiga Kapal Asing Diledakkan

LANGSA – Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, Selasa (5/4) memimpin pemusnahan dengan cara meledakkan tiga unit kapal motor (KM) penangkap ikan asal Malaysia. Ketiga kapal itu merupakan tangkapan Polisi Perairan karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal di kawasan Selat Malaka.

Pemusnahan kapal ikan ini berlangsung serentak di enam provinsi lain di Indonesia, sekitar pukul 10.50 WIB, atas instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. “Pemusnahan dilakukan dengan pemasangan bahan peledak di tiga kapal asing itu. Lokasi pemusnahan dilakukan di Kuala Langsa, 5 mil laut dari pesisir Kecamatan Langsa Barat,” kata Irjen Pol Husein Hamidi, kemarin.

Selain Kapolda Aceh, pemusnahan kapal ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Langsa, Drs H Marzuki Hamid, Dir Polair Polda Aceh, Kombes Pol Bambang Arianto SH MH, Wadan Lanal Lhokseumawe, Letkol Laut Mukhyidin MM, Dandim 0104/Atim, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, Kepala BNN Langsa, AKBP Navri Yulenis, MH, dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, untuk mencegah maraknya pencurian ikan atau illegal fishing, pihak kepolisian bekerjasama dengan semua pihak untuk memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia khususnya wilayah Aceh.

“Hingga saat ini, di Aceh sudah tiga kali dilakukan peledakan kapal asing yang melakukan illegal fishing,” ujarnya. Sedangkan dari tiga kapal asing yang ditenggelamkan kemarin, seluruh ABK yang berjumlah 14 orang dari Thailand dan Myanmar, kini masih diamankan di Kantor Imigrasi Langsa.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Tamiang, kemarin, menyurati Duta Besar (Dubes) Indonesia di Negara Malaysia agar pihak Kedutaan memberi bantuan hukum dan upaya pemulangan empat nelayan Tamiang yang ditangkap polisi Malaysia beberapa waktu lalu.

Kepala DKP Aceh Tamiang, Ir Agustin MSi, Selasa (5/4) mengatakan, empat nelayan yang merupakan warga Kampong Masjid, Kecamatan Manyak Payed itu, terseret arus dan tidak sengaja masuk wilayah perairan laut Malaysia, dan sampai saat ini belum ada kabar tentang nasib mereka.

“Keempat nelayan ini berangkat melaut pada 21 Maret 2016 menggunakan Kapal Motor ‘Doa Melaut’ dari TPI Kampong Mesjid, Kecamatan Manyak Payed, menuju daerah penangkapan ikan di perairan selat malaka,” ujarnya.

Empat hari kemudian, pada Jumat (25/3), kapal mereka dilaporkan hanyut terseret arus hingga memasuki perairan Malaysia, sekitar 2 mil laut dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Mereka ditangkap Polisi Maritim Malaysia dan keempatnya ditahan di Lumut-Perak, Malaysia.(md) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id