Direktur RSIA Diganti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Direktur RSIA Diganti

Foto Direktur RSIA Diganti

* Bersama Delapan Pejabat Lainnya

BANDA ACEH – Kasus meninggalnya Suryani dan bayinya, Selasa 29 Maret 2016 berbuntut pada digantinya Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh. Pergantian itu disebut-sebut terkait dengan dugaan lambatnya penanganan medis di RSIA hingga Suryani dan bayinya meninggal walau sudah dirujuk ke RSUZA.

Direktur RSIA yang selama ini dijabat drg Erni Rahmayani resmi digantikan oleh dr Amri Kiflan MKes. Amri dilantik bersama delapan pejabat lainnya di Aula Serbaguna, Kantor Gubernur Aceh, Senin (4/4) sore.

Seperti diketahui, Suryani warga Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar meninggal dunia bersama bayinya setelah operasi caesar di RSUZA, yang sebelumnya diduga sempat tak tertangani di RSIA, Banda Aceh.

Pergantian dan pelantikan Amri Kiflan bersama delapan pejabat lainnya kemarin, dilakukan Gubernur Aceh diwakili Sekda Aceh, Dermawan MM. Dalam Surat Keputusan Gubernur Aceh yang dibacakan protokol disebutkan, dr Erni Rahmayani yang selama ini menjabat sebagai Direktur RSIA ditempatkan sebagai Pelaksana pada BLUD RSUZA. Sementara dr Amri yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan SDK Dinas Kesehatan Aceh, resmi menjabat sebagai Direktur RSIA Banda Aceh.

Sekda Aceh, Dermawan seusai pelantikan kepada wartawan mengatakan, salah satu alasan pergantian Direktur RSIA berkaitan dengan kasus meninggalnya Suryani dan bayinya beberapa hari lalu, yang diduga lambatnya penanganan medis di RSIA. “Pak Gubernur sudah mengevaluasi sendiri, beliau melihat kinerja. Untuk Direktur RSIA kebetulan ada kejadian yang tidak diharapkan kemarin, mungkin itu salah satu alasan diganti saya kira,” kata Dermawan.

Menurutnya, gubernur menginginkan semua rumah sakit termasuk RSIA untuk memperbaiki manajemen dan kinerja, guna memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, sebutnya, pergantian itu dianggap wajar sesuai dengan evaluasi gubernur dan rapat pimpinan. “Setiap saat Pak Gubernur mengevaluasi, beliau selalu melihat kinerja. Penempatan orang baru ini juga bukan asal teken, tapi dengan penilaian dan evaluasi kinerja oleh Pak Gubernur,” pungkas Dermawan.

Pada perombakan kabinet ‘Zikir’ kali ini, selain dr Amri Kiflan MKes yang dilantik sebagai Direktur RSIA, juga empat pejabat eselon IIa, dua pejabat eselon IIb, dan dua pejabat eselon IIIa.

Pejabat yang dilantik tersebut masing-masing Asmauddin SE sebagai Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang keistimewaan Aceh dan SDM yang sebelumnya sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA. Posisi yang ditinggalkan Asmauddin diisi oleh Drs Z Abidin Usman MM.

Berikutnya, Iskandar Zulkarnaen yang selama ini sebagai Kadispora Aceh dipindahkan ke posisi baru sebagai Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh menggantikan Anwar Muhammad. Jabatan Kadispora selanjutnya diserahkan kepada Drs Asnawi MPd. Sedangkan Drs Muhammad Yahya MSi dilantik menjadi Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Aceh.

Kemudian, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Biro Isra) Setda Aceh yang selama ini dijabat oleh Drs Ilyas Nyak Tui digantikan oleh Dr Munawar MA. Sedangkan Ilyas Nyak Tui menjadi Kepala Sekretariat Mejelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh.

Seorang lainnya pejabat eselon IIIa yang mendapatkan posisi baru adalah dr Wahyu Zulfansyah MKes sebagai Kabid Pembinaan Pengembangan SDK pada Dinas Kesehatan Aceh menggantikan dr Amri Kiflan yang dipromosi sebagai Direktur RSIA.(dan)

(uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id