Petugas Bea Cukai Sita Dua Ton Gula Ilegal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petugas Bea Cukai Sita Dua Ton Gula Ilegal

Foto Petugas Bea Cukai Sita Dua Ton Gula Ilegal

BANDA ACEH – Petugas Kepabeanan dan Cukai Banda Aceh, Senin (4/4) menangkap 42 sak atau setara dua ton lebih gula pasir ilegal yang diangkut dari Sabang di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pelayanan Bea Cukai Banda Aceh, Dede Ferdian mengatakan, penyitaan tersebut sempat diwarnai cekcok antara petugas dan buruh gula.

“Memang sempat cekcok dengan pemilik gula, sebagaimana yang sering terjadi sebelumnya, tapi bisa kami redam. Jumlah gula yang disita sebanyak 42 sak yang berasal dari Sabang,” ujar Dede, dan menyebut hingga saat ini pihaknya telah menyita 30 ton gula pasir, termasuk yang hasil tangkapan pihak kepolisian.

Menurutnya, proses selanjutnya diserahkan ke bagian penindakan Bea Cukai, apakah menjadi milik negara atau dimusnahkan dengan cara dibakar. Dia tambahkan, pemahaman masyarakat terkait pemasukan barang eks kawasan bebas masih kurang, sehingga kasus gula ilegal kembali terulang.

“Padahal kami selalu sosialisasi, termasuk menempelkan stiker larangan bahwa barang eks kawasan bebas tidak boleh masuk ke daerah pabean,” kata Dede. Dijelaskan kebijakan tersebut dilakukan kepada seluruh kawasan bebas di Indonesia, untuk melindungi industri dalam negeri.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Misdaryanto ST MSi menyebutkan gula tersebut dibawa dengan KMP Tanjung Burang yang tiba di Ulee Lheue pukul 10.00 WIB.

“Setelah gula turun, tim Bea Cukai langsung menyita semua gula yang ada di sekitar pelabuhan. Ada yang disembunyikan di balik pohon, tapi berhasil diketahui petugas,” jelasnya. Menurut Misdaryanto, petugas Bea Cukai melakukan penangkapan saat semua barang diturunkan dari kapal.

Sementara itu, seorang sumber Serambi menyebutkan peristiwa penyitaan itu sempat terjadi perang mulut antara petugas dan pemilik gula plus buruh angkut. Menurutnya, di saat buruh pria membentak dan meneror petugas, buruh wanita membentengi tumpukan gula dan mengancam akan melepas bajunya.

“Nyak-nyak yang biasa angkut gula di situ tak mau bergeser. Bahkan mereka menggertak, kalau petugas mendekat mereka bakal lepas baju,” kata saksi mata itu. Dia menambahkan, petugas tidak menghiraukan aksi beberapa perempuan itu dan mengangkut semua gula yang ada.(fit) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id