Mahasiswa Demo, Tuntut Pilkada Damai tanpa Intimidasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Demo, Tuntut Pilkada Damai tanpa Intimidasi

Foto Mahasiswa Demo, Tuntut Pilkada Damai tanpa Intimidasi

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa Aceh (GAMA) menyerukan Pilkada 2017 damai tanpa intimidasi. Seruan itu disampaikan para aktivis GAMA dalam aksi demonstrasi damai di tiga titik dalam wilayah Kota Banda Aceh, yaitu di Mapolda Aceh, Gedung DPRA, dan Bundaran Simpang Lima, Senin (4/4), dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Amatan Serambi, awalnya puluhan mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah kampus di Aceh mendatangi Mapolda Aceh. Mahasiswa yang mengenakan almamater masing-masing fakultas juga mengusung sejumlah spanduk bertuliskan harapan mereka terhadap pelaksanaan pilkadadamai di Aceh.

Koordinator aksi, Heri Safrizal dalam orasinya menyebutkan, semua stakeholder di Aceh yang terlibat untuk pelaksanaan Pilkada 2017 harus bersiap sedini mungkin, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, menjelang dan saat pelaksanaan pilkada nanti.

“Pemerintah Aceh harus belajar dari Pilkada 2012, kita tidak ingin lagi ada tembak menembak, kita tidak ingin lagi ada intimidasi antara pendukung calon. Kita ingin semuanya berjalan aman, pesta demokrasi ini harus dikawal supaya tak terulang lagi seperti lima tahun lalu,” kata Heri.

Mahasiswa mendesak jajaran Polda Aceh segera mempersiapkan pengamanan dan memetakan kawasan-kawasan di Aceh yang rawan terjadinya kekisruhan saat pilkada. Heri mengatakan, Polisi beserta TNI harus bersinergi untuk menjaga stabilitas keamanan di Aceh dalam menghadapi pilkada nanti.

“Kita mengecam dan menguruk keras jika ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh keamanan di Aceh menjelang pilkada, kita ingin pihak keamanan benar-benar menjaga hal ini. Jika ada orang-orang seperti itu untuk kepentingan politik mereka, kita minta pihak keamanan untuk mengurus tuntas hal itu,” sebut Heri Safrizal.

Selanjutnya, mahasiswa juga meminta agar KIP dan Bawaslu Aceh benar-benar menjadi pelaksana dan pengawas pilkada di Aceh yang bebas dari money politics. Menurutnya, cara seperti itu hanya akan menciderai kehidupan berdemokrasi di Aceh. “Kita ingin semuanya dipersiapkan dengan baik, terutama soal keamanan. Pilkada Aceh harus berjalan dengan lancar agar menghasilkan pemimpin Aceh yang baik, yang memberi dampak kemajuan bagi Aceh,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee yang menemui para mahasiswa saat berorasi di gedung DPRA mengatakan, pihaknya akan menyampaikan semua aspirasi mahasiswa kepada pimpinan DPRA. Ia berterima kasih kepada mahasiswa karena sangat peduli kepada Aceh menjelang Pilkada 2017. “Apa yang disuarakan ini sudah benar, insya Allah akan kita sampaikan ke pimpinan. Kita juga akan duduk dengan beberapa pihak terkait, termasuk Polda Aceh untuk membicarakan pengamanan dan hal-hal lainnya,” pungkas Azhari Cagee.(dan) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id