Gadis Cot Girek Tewas Dianiaya Ibu Tiri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gadis Cot Girek Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Foto Gadis Cot Girek Tewas Dianiaya Ibu Tiri

LHOKSUKON – Akhir hidup Nuriah (28) sungguh tragis. Perempuan yang disebut-sebut mengalami keterbelakangan mental, warga Desa Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, menemui ajal yang diduga akibat penganiayaan berat oleh ibu tirinya, Tizalikha (41). Kasus itu sudah ditangani pihak kepolisian.

Informasi terjadinya penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Nuriah diterima Serambi dari Sekretaris Desa Beurandang, Abdullah, Minggu (3/2). Menurut Abdullah, korban meninggal Sabtu (2/4) sore sekitar pukul 16.20 WIB setelah terjadi penganiayaan pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Diceritakan oleh Abdullah, pada Sabtu sore itu ayah korban bernama Abdullah Jalil (55) mengajak dirinya menengok kondisi Nuriah di rumahnya yang waktu itu terbaring lemas di tempat tidur. Menurut keterangan ayah korban kepada sekdes, anaknya dianiaya ibu tirinya. “Namun tidak disebutkan apa sebabnya,” kata Sekdes Abdullah.

Melihat kondisi Nuriah, sekdes mencari mobil untuk membawa korban ke satu rumah lain yang tak jauh dari rumah ayahnya. Mengetahui kejadian itu, masyarakat pun berbondong-bondong melihat kondisi korban. Namun, sekitar 10 menit kemudian, tepatnya pada pukul 16.20 WIB, Nuriah mengembuskan napas terakhir.

Menghindari hal-hal yang tak diinginkan terhadap Tizalikha, Abdullah membawa perempuan itu ke rumahnya dan meminta beberapa warga menjaga. Tak lama kemudian, Kapolsek Cot Girek, Ipda Amirudddin bersama anggotanya langsung mengamankan Tizalikha.

Sekdes bersama beberapa warga lainnya sempat melihat bagian bahu korban memar. Menurut informasi dari ayahnya, korban dipukul dengan potongan kayu. “Jenazah almarhumah dikebumikan pada Sabtu sore itu juga,” kata Sekdes Beurandang.

Informasi lain yang dikumpulkan Serambi menyebutkan, kejadian itu bermula ketika korban hendak buang air kecil dan mencuci kelambu di kamar mandi belakang rumahnya. Tiba-tiba datang Tizalikha dan langsung memukul korban di bagian bahu, tangan, dan rusuk kiri dengan kayu. Korban menjerit kesakitan.

Mendengar jeritan anaknya itu, ayah korban keluar dari rumah dan menanyakan kepada istrinya kenapa memukul korban. Saat itu Tizalikha hanya menyebutkan kalau korban bandel. Abdullah membawa masuk anaknya yang sudah dalam kondisi kritis ke dalam rumah.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi kepada Serambi menyebutkan, tersangka sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara bersama barang bukti sepotong kayu yang digunakan untuk menganiaya korban. “Informasi sementara pelaku selama ini sering menganiaya anak tirinya yang mengalami keterbelakangan mental itu. Kita akan terus mendalami kasus itu hingga diketahui motif sebenarnya,” demikian Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.(jaf) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id