Kata Kuncinya Transparansi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kata Kuncinya Transparansi

  • Reporter:
  • Senin, April 4, 2016
Foto Kata Kuncinya Transparansi

PERSOALAN dana desa di Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang berujung ricuh bahkan sempat membuat keuchik setempat pingsan disikapi oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi.

“Secara resmi saya belum mendapat laporan. Kalau memang ada masalah, kita berharap bisa segera dituntaskan. Semua harus kembali ke semangat musyawarah dan transparansi. Kata kuncinya transparansi,” kata Helvizar menjawab Serambi, Minggu (3/4) sore menanggapi permasalahan dana desa di Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Sebenarnya, kata Helvizar, permasalahan tidak terjadi kalau mekanisme yang dijalankan sesuai tertib administrasi sebagaimana tertera dalam APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong). Yang lebih penting lagi, kata Helvizar, program yang dilaksanakan harus mengacu pada skala prioritas dan kebutuhan ril masyarakat setempat.

Helvizar mencontohkan, jika masyarakat memang memutuskan dalam musyawarah bahwa dana desa harus ada yang dialokasikan untuk pembangunan meunasah dan masjid–karena memang sangat diperlukan–maka silakan saja, meski dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 5 Tahun 2012 atau Peraturan Bupati/Wali Kota tidak diatur. “Bahkan, Perbup pun bisa disesuaikan dengan keputusan musyawarah masyarakat,” kata Helvizar.

Helvizar juga mengingatkan tentang pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan sumber dana desa itu. “Pentingnya transparansi selalu saya ulang-ulang ketika memberikan pengarahan kepada aparatur dan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana desa,” tandasnya.

Keterbukaan atau transparansi dalam pengelolaan dana desa, menurut Helvizar bisa mencontoh pengelolaan dana masjid. Sederhana, praktis, dan sangat transparan. “Keterbukaan yang diterapkan oleh manajemen masjid dalam mengelola dana kiranya bisa menginspirasi kita. Tidak ada yang ditutupi. Semuanya sangat terbuka. Bisa dilihat dan dibaca oleh siapa saja. Sekali lagi saya ingatkan, kata kuncinya adalah transparansi,” demikian Helvizar.(nas) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id