Tikam Mahasiswa, Enam Remaja Ditangkap di Warnet | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tikam Mahasiswa, Enam Remaja Ditangkap di Warnet

Foto Tikam Mahasiswa, Enam Remaja Ditangkap di Warnet

BANDA ACEH – Personel dari Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap enam remaja dari sebuah warnet di Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Minggu (3/4) sekitar pukul 02.30 WIB.

Mereka ditangkap setelah menikam dan menganiaya dua mahasiswa di jalan T Umar, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, pada dini hari yang sama sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua mahasiswa itu sebelumnya mencoba menasehati mereka untuk tidak kebut-kebutan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH, mengatakan, keenam remaja itu ditangkap dari warnet RR di kawasan Keudah. “Di sana mereka kita ringkus,” katanya kepada Serambi, Minggu (3/4).

Keenam remaja itu disebutkan berdomisili di Banda Aceh dan masih berstatus pelajar SMP dan siswa SMA. Hanya dua di antara pelaku itu yang telah putus sekolah.

masing-masing berinisial AL (16) warga Gampong Keudah, Kecamatan Kutaraja, SAA (14) warga Luengbata, dan RA (15) warga Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam.

Lalu GSH (15) warga Merduati, Kecamatan Kutaraja serta HF (15) warga Gampong Ateuk Dayah Teungoh, Kecamatan Meuraxa dan RJ alias Koko (17) warga tanggul belakang asrama Kuta Alam, Banda Aceh.

Sementara dua mahasiswa yang ditikam dan dianiaya pelaku adalah Rifiil Abrar (22) warga Gampong Batoh, Kecamatan Luengbata dan M Thema Farda (24), warga Lamteumen, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. “Keenam pelaku ini, RJ alias Koko merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus yang sama. Ia pernah menusuk seseorang beberapa waktu lalu dengan senjata tajam,” ujar Kasat Reskrim.

Dia menjelaskan, saat kejadian, kedua korban melintas di Jalan T Umar dan berpapasan dengan keenam pelaku yang mengendarai semor ugal-ugalan. M Rheja Farda yang merasa terganggu dengan keadaan itu berupaya menasehati agar tidak ugal-ugalan.

Namun nasehat itu membuat keenam remaja menunggu kedua korban di lampu merah tembus ke Jalan Seulawah, Gampong Seutui. “Melihat keenam remaja yang sebelumnya dinasehati itu menghentikan laju sepeda motor mereka, sehingga M Rheja kembali menasehati agar tidak ugal-ugalan di jalan. Karena hal itu berdampak tidak baik bagi mereka,” sebut Supriadi.

Korban M Rheja langsung dipukul oleh AL, remaja asal Gampong Blangbaro, kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, dan berdomisili di Gampong Keudah, Banda Aceh. “AL mengeluarkan pisau dan langsung menikam dada kiri Rifiil Abrar. Namun, korban menangkis, sehingga pisau itu mengenai lengan kirinya. AL kemudian menusuk M Rheja dan beberapa tikaman mengenai punggungnya,” papar Supriadi.

Di samping menusuk kedua korban, pelaku juga menganiaya kedua mahasiswa. Tapi karena tindakan itu dipergoki pengguna jalan lainnya, sehingga kedua korban ini pun berhasil diselamatkan. “Kerja keras tim Jatanras, keenam pelaku ini berhasil kita ringkus. Kini mereka kami amankan di Polresta Banda Aceh,” demikian Supriadi.

Ia pun prihatin atas kasus tersebut, apalagi pelakunya masih remaja. “Kalau kondisi ini dibiarkan, tanpa pengawasan dari orang tua, kemungkinan ke depan anak-anak ini akan menjadi bom waktu dan bisa jadi calon penjahat. Karena untuk anak-anak seusia mereka, apa yang mereka lakukan sudah di luar batas,” ujar Supriadi.(mir) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id