Doorsmeer tak Miliki Standar Operasional | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Doorsmeer tak Miliki Standar Operasional

Foto Doorsmeer tak Miliki Standar Operasional

BANDA ACEH – Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Aceh, Fahmiwati mengatakan sejumlah doorsmeer di Aceh tidak memiliki standar pelayanan terhadap konsumen, sehingga dikhawatirkan hak-hak konsumen akan terabaikan. Menurut dia, sejauh ini doorsmeer tidak memiliki aturan yang jelas mengenai kesepakatan antara penyedia jasa (pihak doorsmeer) dengan konsumen. Seharusnya pihak doorsmeer tidak hanya menjamin keamanan mobil, tapi juga keselamatan, kenyamanan, dan hak mendapatkan informasi.

“Jadi, seharusnya pelanggan itu merasa nyaman saat meninggalkan mobilnya di doorsmeer, dan ia diberi informasi mengenai jenis alat dan bahan yang dipakai untuk membersihkan mobilnya beserta rincian harganya. Inilah yang dikatakan hak mendapatkan informasi,” tutur Fahmiwati kepada Serambi, Selasa (29/3).

Sebelumnya, ia mengaku banyak menerima laporan dari konsumen terkait kehilangan di doorsmeer. Misalnya, kehilangan barang-barang di dalam mobil, saat mobil dititip di doorsmeer, seperti CD, payung, bahkan uang.

Maka, seharusnya terhadap kehilangan seperti itu ada aturan yang sudah tertulis. Bahwa kehilangan saat pencucian mobil, termasuk hilang barang di dalamnya, akan dijelaskan sebagai tanggung jawab penyedia jasa atau konsumen. Sehingga ketika ada kejadian tidak lagi menimbulkan perdebatan antara konsumen dengan pihak doorsmeer.

“Beberapa waktu lalu saya menguji salah satu doorsmeer. Saat mencuci mobil, saya tinggalkan pecahan uang Rp 5.000 hingga Rp 50.000 di dalam mobil, namun saat mobil saya ambil, dua lembar uang Rp 50.000 hilang. Saya komplain ke pihak pengelola, tapi tidak ada respons untuk bertanggung jawab,” ujarnya.

Solusinya, saat proses serah terima, pihak doorsmeer mendata setiap barang yang ada di mobil pelanggan sehingga saat mobil keluar diperiksa kembali barang-barang di dalam mobil. Hal itu merupakan faktor kenyamanan untuk pelanggan.

Dalam penelusuran Serambi, beberapa usaha bengkel dan doorsmeer di Banda Aceh sudah memberlakukan SOP untuk memprotek kepentingan pengguna jasa maupun pengusaha. “Kita telah menerapkan SOP untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Kita juga berharap semua doorsmeer menerapkan dalam sistem kerja dan pelayanan agar kejahatan tidak terus terulang,” kata seorang pengusaha bengkel dan doorsmeer di Banda Aceh pada dialog khusus dengan Radio Serambi FM 90,2 MHz, beberapa hari lalu.(mun) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id