Mengungkap Jejak Maling di Doorsmeer | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mengungkap Jejak Maling di Doorsmeer

Foto Mengungkap Jejak Maling di Doorsmeer

JUMLAH kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahun di Aceh dibarengi dengan menjamurnya bisnis cuci mobil. Sayangnya, pertumbuhan bisnis doorsmeer tidak diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, khususnya di bidang keamanan dan kenyamanan. Sejumlah mobil dilaporkan hilang di doorsmeer sebelum diambil oleh pemiliknya. Benarkah menempatkan mobil di doorsmeer sangat riskan lantaran tidak adanya standar keamanan? Serambi mengulasnya dalam liputan eksklusif berikut ini.

Mustafa Usman (60) kini bisa tersenyum lega. Tak seperti pekan-pekan sebelumnya, pensiunan guru itu seakan hilang beban di pundak sejak Kamis lalu. Mobil CRV warna hitam miliknya akhirnya ditemukan di sebuah rusunawa TNI AD, kawasan Kayee Le, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar. Seperti juga pemilik mobil lainnya, Mustafa sebelumnya mencari ke mana-mana. Keluarganya bahkan ada yang menemui orang ‘pintar’.

“Alhamdulillah, sudah dapat,” katanya kepada Serambi, Kamis lalu, seraya menambahkan bahwa STNK dan kunci tidak ditemukan. Dia kemudian diminta polisi untuk membawa kunci serap. Begitupun, sang pencuri hingga kini tak terungkap. Hingga kini polisi bekerja sama dengan POM sedang mengusut, siapa sosok yang disebut-sebut mengenakan peci saat mengambil mobil di doorsmeer kawasan Pocut Baren, Banda Aceh itu.

Cerita mobil menghilang di Aceh bukan dialami Mustafa saja. Sebulan sebelumnya, mobil Honda CRV juga hilang saat dititipkan untuk dicuci di doorsmeer Rakan Droe, Cot Mesjid, Luengbata, Banda Aceh. Tak jelas hingga kini dimana gerangan mobil tersebut. “Hingga sekarang belum dapat. Saat ini sedang diurus klaim ke asuransi,” kata Pengelola Doorsmeer Rakan Droe, Fauzan.

Jauh sebelum itu, sudah tak terhitung mobil yang menghilang di doorsmeer. Pada 17 September 2013, kasus kehilangan mobil juga terjadi di doorsmeer Bireuen. Satu unit mobil Mitsubishi Pajero milik Ir Alie Basyah, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Bireuen, hilang saat diparkir di doorsmeer U Cot, Geulanggang Baro, Kota Juang, Bireuen.

Kala itu Alie Basyah membawa mobil untuk dicuci. Namun usai dicuci dia tidak segera mengambilnya ke doorsmeer. Seperti biasa, saat datang dua hari kemudian untuk mengambil, mobil sudah tidak ada. Polisi berhasil menangkap pelaku sebulan kemudian, setelah mobil dijualnya seharga Rp 50 juta ke Medan, Sumatera Utara.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH mengatakan, dirinya khawatir banyaknya kasus kehilangan mobil saat dititipkan untuk dicuci di doorsmeer. Menurut Safaruddin, kelengahan pengelola tidak bisa dibiarkan. Dia berharap pemerintah mengawasi dengan baik sistem keamanan proses keluar-masuk mobil di doorsmeer. “Pengelola doorsmeer harus menertibkan proses keluar-masuk mobil. Kalau mobil yang dititipkan itu hilang, maka pemilik doorsmeer bisa dituntut dengan pasal penggelapan,” kata dia. Safaruddin menyarankan agar pengelola doorsmeer untuk menyerahkan karcis ke pemilik mobil. Siapa pun yang mengambilnya, harus membawa karcis tersebut kembali. “Atau saat kendaraan ke luar dari doorsmeer pemilik harus menunjukkan STNK asli kepada petugas, sehingga mengurangi risiko dibawa lari,” kata Safaruddin.

Kasus pencurian mobil di Aceh memang kerap terjadi. Azmi, seorang pemilik rental mobil PT Amal Sejahtera, mengaku sudah kehilangan mobil hingga enam unit sejak 2012. Ada yang berhasil ditemukan kembali, banyak juga yang tidak.

Tidak adanya standar keamanan di doorsmeer, memudahkan siapa saja yang punya niat jahat untuk membawa lari mobil. Bukan hanya mobil. Spion mobil-mobil mewah pun kerap jadi incaran maling. Kaca spion mobil yang jadi incaran, antara lain seperti Toyota Alphard, Toyota Harrier, dan Toyota Vellfire.

Ahmad, seorang pemilik Harrier, mengaku menemukan kaca spion mobilnya di sebuah pasar spare part bekas di kawasan Jalan Tritura, Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara, setelah sepekan dicuri saat diparkir malam hari di sebuah perumahan, Banda Aceh. “Akhirnya saya beli lagi spion itu,” kata pria yang berprofesi sebagai kontraktor tersebut.(sak) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id