“Ancaman Pencurian tak Cuma di Doorsmeer” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Ancaman Pencurian tak Cuma di Doorsmeer”

Foto “Ancaman Pencurian tak Cuma di Doorsmeer”

BERULANGNYA kasus pencurian mobil di doorsmeer–setidaknya tercatat dua kasus di Kota Banda Aceh dalam rentang waktu dua bulan terakhir–membuat banyak pihak prihatin sekaligus merasa tidak aman. Kasus seperti itu seharusnya tak perlu terjadi kalau saja masing-masing pihak (customer dan pengelola bengkel atau doorsmeer) saling meningkatkan kewaspadaan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan itu, misalnya, pengelola doorsmeer atau bengkel memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang bisa dipertanggungjawabkan seperti dokumen serah terima mobil yang akan dicuci/diperbaiki dan menyerahkan pas keluar saat pengambilan mobil. Semakin baik jika area tempat usaha dilengkapi dengan kamera pengintai atau CCTV (Close Circuit Television). “Kedekatan secara emosional antara pengusaha dengan konsumen memang harus dibangun tetapi bukan berarti mengabaikan sistem dan SOP,” kata Ketua IOF (Indonesia Off-road Federation) Aceh, H Fouzi Muhammad yang juga Operation Manager PT Dunia Barusa-Authorized Toyota Dealer, Aceh.

Selain memberikan kontribusi pikiran atau solusi agar kasus pencurian mobil di doorsmeer tidak terulang, Fouzi juga mengingatkan tentang pentingnya meningkatkan keamanan mobil di luar doorsmeer/bengkel. “Ancaman pencurian mobil bukan hanya di doorsmeer, tetapi bisa di mana saja. Karena itu teruslah berupaya untuk memproteksi harta benda kita secara maksimal,” kata Fouzi dalam wawancara khusus dengan Serambi, beberapa waktu lalu.

Tips mengamankan mobil
Menurut Fouzi, sebagian besar penyebab kejadian pencurian mobil biasanya disebabkan kecerobohan pemilik mobil. Terkadang pencurian mobil terjadi karena pemilik memberikan kesempatan atau membuat timbulnya niat orang untuk mencuri. “Ini yang banyak dan sering terjadi.”

Di luar tips khusus untuk keamanan mobil di doorsmeer/bengkel, Fouzi juga mengingatkan tentang enam cara lainnya yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil untuk menghindari pencurian dan menjaga agar mobil tidak dicuri.

1. Pastikan Mobil Sudah Terkunci
Meski terdengar lucu namun ada saja orang yang lupa mengunci pintu mobilnya atau ada juga yang memercayakan pintu mobil untuk terkunci sendiri ketika ditinggalkan. Padahal, membiarkan mobil terkunci secara otomatis adalah hal yang riskan, sebab bisa saja mobil mengalami error sehingga tidak akan mengunci, atau yang terburuk adalah pencuri dengan cepat membuka pintu mobil dari sisi lain dalam jeda waktu Anda meninggalkan mobil dan sebelum pintu mengunci secara otomatis.

2. Parkir di Tempat Ramai
Ketika akan memarkirkan kendaraan, ketahuilah bahwa area yang terpisah, gelap, dan tidak banyak dilalui orang adalah kesempatan yang tepat bagi pencuri. Parkirlah di tempat ramai. Akan tetapi, apabila ternyata tempat parkir yang tersedia hanya di area terpencil, pastikan STNK dan karcis parkir mobil Anda bawa, jangan ditinggalkan di dalam mobil.

3. Pasang Kunci Pengaman Tambahan
Semakin banyak rintangan yang Anda berikan kepada pencuri, semakin aman mobil Anda. Walaupun terlihat jadul, tidak canggih, dan murah, tapi kunci setir merupakan salah satu perangkat pengaman yang cukup efektif, atau setidaknya akan memperlama pencuri dalam menjalankan aksinya. Selain kunci setir, alat pengaman standar yang banyak digunakan oleh mayoritas orang adalah alarm security. Alarm security mobil biasanya sudah terpasang ketika Anda membeli mobil. Selain dua hal tersebut, Anda mungkin juga ingin memasang immobilizer, yakni alat yang terkoneksi dengan kunci mobil utama sehingga mobil tidak dapat dihidupkan kecuali dengan kunci utama dan selanjutnya penambahan dengan GPS. Perangkat GPS merupakan teknologi canggih untuk melacak dan mematikan mobil dimanapun berada ketika dibawa lari oleh pencuri. Meskipun sudah banyak pencuri mobil yang bisa mematikan fungsi GPS, namun pencuri-pencuri mobil lainnya juga banyak yang belum tahu tentang GPS.

4. Jangan Lengah Walau Parkir di Rumah
Kebanyakan orang akan selalu siaga dengan pencuri mobil ketika bepergian, tetapi ketika kembali ke rumah, mereka akan merasa aman dan meninggalkan mobil dalam keamanan yang minim. Itu adalah kesalahan yang fatal. Jika memang mobil Anda yang ada di garasi sangat mudah untuk dicuri, pencuri pun akan beraksi. Karena itu, jangan pernah tinggalkan mobil dalam keadaan tidak terkunci, jendela tidak ditutup, kunci mobil masih menggantung, dan pintu garasi tidak ditutup.

5. Jangan Pernah Merasa tidak Ada yang Bakal Mencuri Mobil Anda
Tidak peduli seberapa tua umur mobilnya dan seberapa jelek atau lecet, Anda tidak boleh merasa aman bahwa tidak ada pencuri yang akan mengambil mobil tersebut. Banyak juga pencuri yang memilih mobil tua untuk dijual di daerah pedalaman atau justru untuk menjual komponen-komponennya. Mobil tua justru memiliki tingkat keamanan yang minim dibanding mobil baru sehingga pencuri pun tak akan repot untuk menjebolnya.

6. Jangan Tinggalkan Mobil dengan Mesin Menyala
Ketika cuaca sedang panas, kita akan tergiur untuk meninggalkan mobil dalam keadaan menyala agar AC tetap dapat mendinginkan suhu di dalam mobil. Hal ini biasanya dilakukan ketika Anda akan meninggalkan mobil untuk waktu singkat, misalnya ke ATM atau ke minimarket. Jika hal itu yang dilakukan, Anda telah melakukan kesalahan besar. Hanya butuh beberapa detik bagi pencuri untuk mengambil mobil Anda, terutama jika mesin mobil dalam keadaan menyala.(*/nas) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id