MPU Minta Pemkab Berantas Maksiat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MPU Minta Pemkab Berantas Maksiat

Foto MPU Minta Pemkab Berantas Maksiat

* Sudah Merambah Sampai Pedalaman Agara

KUTACANE – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tenggara (Agara) meminta Pemkab untuk segera memberantas maksiat yang terus merajalela sampai kawasan pedalaman. Pemkab Agara dinilai belum serius dalam menegakkan Syariat Islam, sehingga perbuatan terlarang terus terjadi setiap hari.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang anggota MPU Agara, ustad HM Abbas Lc, Sabtu (2/4). Dia mengakui perbuatan maksiat semakin merajalela di negeri Bumi Sepakat Segenap ini tanpa terbendung. “Kalau ada kemauan, pasti bisa melenyapkan maksiat, karena tidak ada pekerjaan yang berat kalau semua pihak mendukung, terutama Pemkab,” katanya.

Disebutkan, dalam Peraturan Daerah (Perda) atau Qanun sudah jelas miras ataupun tuak dilarang, apalagi Agara juga memberlakukan Qanun Syariat Islam. Menurut dia, Satpol PP sebagai eksekutor harus menunggu perintah pimpinan, baru bergerak, sehingga tidak ada inisiatif sendiri dalam memberangus maksiat.

“Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita bersama-sama bekerja dalam satu tim, hanya saja perlu ada kemauan dan ketegasan dalam memberantas maksiat di Agara,” tambahnya. Abas menyatakan jika Pemkab Agara siap, maka pihaknya juga siap bekerja dan membantu memerangi maksiat.

Dikatakan, pada 2014, Pemkab Agara telah mengalokasikan dana untuk tim pemberantas maksiat dan telah berhasil menutup sejumlah lokasi maksiat, termasuk perjudian meja biliar. Tetapi, sebutnya, tim itu hanya bekerja pada tahun itu saja, sehingga bisa disebut sebagai program “gertak sambal” saja.

“Kedai tuak terus bertambah dan perjudian kembali marak hingga ke pedalaman Agara, karena tidak ada lagi upaya pemberantasan,” ujarnya. Dia berharap, dana pemberantasan maksiat kembali dianggarkan, sehingga perbuatan terlarang itu, seperti perjudian atau mabuk-mabukan dapat diminimalisir, apalagi bulan Ramadhan sudah dekat.

“Kalau ada dianggarkan untuk tim pemberantas maksiat, maka tidak mungkin dicoret oleh dewan, tapi yang jadi persoalan, Pemkab Agara tidak serius memberantas maksiat,” urainya. Dia berharap, tim pemberantasan maksiat kembali dibentuk, sehingga aksi perbuatan melawan Qanun Syariat Islam dapat dicegah.

Seperi dilansir sebelumnya, MPU dan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Tenggara (Agara) terkesan saling menyalahkan mengenai masih merajalelanya maksiat di Bumi Sepakat Segenap. Padahal, Qanun Syariah Islam telah diberlakukan di Aceh, termasuk Aceh Tenggara, tetapi penegakan masih lemah.

Ketua MPU Agara, Tgk Hasanuddin Mendabe kepada Serambi, Selasa (9/2/2016) mengatakan penegakan Qanun Syariat Islam di Agara masih sangat lemah. Dia memberi bukti, seperti maisir (perjudian), wanita muslimah tanpa jilbab, miras, khalwat masih terjadi, termasuk wanita Muslimah perkotaan tidak memakai jilbab, bahkan bercelana pendek saat keluar rumah.

Padahal, sebutnya, slogan-slogan dan baliho terpampang di sejumlah titik tentang Qanun Syariat Islam, tetapi terkesan jadi pajangan, karena tidak ada implementasinya. “Kami siap kapanpun jika diperlukan oleh Dinas Syariat Islam untuk bekerjasama menegakkan Syariat Islam, karena elama ini koordinasi kurang berjalan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Agara, Hamidin yang ditemui secara terpisah mengatakan baliho atau slogan itu merupakan imbauan tentang penerapan Qanun Syariat Islam di Agara, termasuk pencegahan perbuatan maksiat. Tetapi, katanya, untuk penindakannya menjadi tanggungawab Satpol PP dan WH Agara.

Sedangkan salah seorang warga Agara, Bastian memberi dukungan dibentuknya tim pemberantas maksiat. Menurutnya, maraknya maksiat dan perjudian, karena kurangnya perhatian dari semua pihak, khususnya pihak terkait.

“Sebenarnya, ada atau tidaknya tim pemberantas maksiat, intansi terkait harus membasmi perjudian, mesum, khamar dan lainnya. Namun, sebutnya, sepertinya pihak terkait kurang peduli terhadap maraknya perjudian di Agara. “Tim pemberantas maksiat harus dibentuk untuk melenyapkan maksiat di Agara,” ujar Bastian.(as) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id