Nurul Juara Umum Babun Najah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nurul Juara Umum Babun Najah

Foto Nurul Juara Umum Babun Najah

Nurul yang berorangtuakan Mahmud Saril B dan Suryani, sebenarnya santriwati baru di Ponpes tersebut. Namun, berkat prestasi yang diukirnya, membuat anak kedua dari empat bersaudara ini sangat dikenal di lingkungan pesantren yang berada di Ulee Kareng, Banda Aceh.

Bagi Nurul hidup di pesantren itu tidak mudah, semua jadwal mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, sudah diatur oleh pengurus ponpes, jadi tidak ada istilah bermalas-malasan di asrama. Tapi bagi Nurul, bersekolah di Ponpes Babun Najah adalah pilihannya sendiri, maka ia harus siap menghadapi semua yang terjadi, manis atau pahit. Dia terus berusaha bersabar.

“Awalnya, di pesantren itu, rasanya asing kali. Masih kangen orang tua dan kampung. Tapi saya tidak nyerah, padahal ada teman-teman ada pindah karena nggak betah,” cerita Nurul kepada Serambi Kids.

Untuk menghilangkan kejenuhannya, Nurul mencoba untuk tekun belajar dan pelajaran yang baru didapat di Pesantren seperti bahasa Arab dan Inggris. Nurul coba terus mengulang-ulang hingga ia dapat menghafal banyak kosa-kata dari dua bahasa tersebut.

Selain mendalami bahasa, Nurul juga terus menekuni pelajaran- pelajaran yang dia terima di kelas. Hampir semua pelajaran itu dicatat kembali dan setiba di asrama ia akan membuka catatannya untuk mengulang pelajaran itu.

Begitu seterusnya dilakukan Nurul, hingga waktu ujian tiba, Nurul tidak kelabakan dalam belajar seperti teman lainnya. Karena bagi Nurul belajar itu bukan hanya untuk ujian, belajar dilakukannya jauh sebelum tanggal ujian ditetapkan. Jadi saat ujian tiba, temanmu yang asal Takengon ini benar-benar siap menghadapinya.

Pelajaran apa yang paling disukai Nurul? “Kalau bisa memilih, Nurul lebih baik disuruh menghafal daripada pelajaran olahraga,” ujar dia yang sebenarnya suka semua pelajaran pondok itu.

Pada pembagian rapor semester I baru-baru ini, Nurul membuktikan kepada orang tua dan keluarga besar Ponpes Babun Najah, ia mampu meraih juara umum tingkat tsanawiyah, dan mengalahkan kakak kelasnya yang tingkat dua dan tiga.

“Kaget juga waktu diumumkan Nurul juara umum. Karena di Pesantran banyak saingan, banyak teman, dan kakak leting yang lebih pintar di bidang lainnya seperti matematika, biologi dan pelajaran lainnya,” tutur alumnus SD Negeri Ketol, Takengon itu.

Menurut Nurul, kunci kesuksesannya adalah belajar bersungguh-sungguh, dan doa atau ridha orang tua.

Tips yang menurutnya sangat ampuh untuk meraih kesuksesan adalah menyimak pelajaran saat guru menerangkan. Setiap orang tua menelpon atau mengunjunginya Nurul selalu meminta orangtuanya untuk mendoakannya, agar mudah dalam belajar dan dalam segala hal.

Nah, tahukah kalian? Nurul kelahiran Cangduri, Takengon, 23 Juli 2003 ini, sedang dipersiapkan untuk peserta cerdas cermat mewakili pesantrennya. Sebelum masuk Ponpes Babun Najah pun, Nurul merupakan peserta cerdas cermat yang selalu menyabet juara di kabupatennya, di Takengon.

“Keberhasilan Nurul sekarang masih belum cukup, untuk ke depannya Nurul akan buat orang tua lebih bangga lagi, terutama bagaimana bisa mempertahankan gelar juara umum sampai kelas tiga nanti,” tutup Nurul, yang punya hobi menghafal.(masyitah rivani) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id