Napi Bakar LP Kualasimpang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Napi Bakar LP Kualasimpang

Foto Napi Bakar LP Kualasimpang

* Tiga Orang Terluka

KUALASIMPANG – Ruang besuk Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dibakar warga binaan (narapidana/napi dan tahanan), Jumat (1/4) pagi. Pembakaran itu sebagai puncak ekspresi kemarahan mereka yang terpicu oleh ucapan tak senonoh Pelaksana Harian (Plh) Kepala LP Kualasimpang kepada seorang napi yang mendapat kunjungan istrinya, Kamis (30/3).

Menurut sumber-sumber Serambi, setelah napi tersebut berbincang beberapa menit dengan istrinya di ruang besuk LP, sang istri kebelet pipis. Tapi di ruang besuk itu tak tersedia water closet (WC) untuk buang air kecil.

Sang suami berinisiatif membawa masuk istrinya ke blok E di dalam LP tersebut. Sekembali dari WC itulah, masih di lorong blok E, sang napi dimarahi Plh Kepala LP Kualasimpang, Tri Budi Haryoko, di depan sejumlah napi.

Karena dimarahi secara terbuka, spontan tergalang solidaritas di antara penghuni LP. Mereka langsung melancarkan protes. Karena diprotes, Plh Kepala LP itu pun masuk ke ruang kerjanya. Beberapa menit kemudian dia utus kepala pengamanan lembaga pemasyarakatan (KPLP) untuk minta maaf kepada napi yang dimarahi itu maupun napi lainnya yang merasa tersinggung.

Inisiatif Kepala LP mengutus KPLP ternyata tak langsung memadamkan api protes para napi. Diam-diam, pada malam hari warga binaan tersebut menyusun rencana untuk melancarkan aksi pada paginya.

Seusai sarapan pada pagi Jumat (1/4), para warga binaan pun berkumpul di lapangan yang terdapat di tengah LP. Lalu mereka bergerak melancarkan unjuk rasa meminta Plh Kepla LP, Tri Budi Haryoko, dicopot dari jabatannya karena arogan terhadap warga binaan. Mereka juga menggoyang-goyang pagar pembatas antara blok tahanan dengan ruang administrasi LP. Pantauan Serambi, pintu itu nyaris rubuh.

Setelah itu, napi membakar ruang besuk keluarga, baru kemudian kantor kepala pengamanan LP. Dari luar terlihat asap mengepul, sehingga mengundang datangnya armada pemadam kebakaran.

Tapi saat itu petugas pemadam dan polisi belum bisa merapat ke dalam LP lantaran diserang penghuni LP dengan lemparan batu. Polisi mengambil posisi siaga di sekeliling LP, mengantisipasi supaya tak ada napi yang melarikan diri.

Melihat aksi napi semakin nekat dan mulai main bakar, polisi pun melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara. Namun, aksi napi terus berlanjut.

Begitu terlihat asap mengepul dari dalam LP, polisi langsung menerobos masuk menggunakan tameng, sekaligus membuka jalan bagi petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk memadamkan api.

Selanjutnya, aparat TNI dari Batalion 111/KB Tualang Cut dan Kodim 0104 Aceh Timur ikut menerobos ke dalam LP, sehingga konsentrasi para napi terpecah. Sebagian mundur masuk ke dalam LP. Sebagian lainnya membantu aparat memadamkan api yang kian membesar.

Para napi yang tidak kooperatif terhadap petugas justru meminta polisi agar ke luar dari dalam LP. Tapi permintaan itu tak langsung dituruti polisi. Setelah kondisi aman, barulah tuntutan itu dipenuhi Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo.

Selanjutnya, Kapolres bersama Komandan Batalion 111 Raider/KB Tualang Cut, Mayor Muhammad Iqbal Lubis, serta Plh Kepala LP Tri Budi Haryoko bernegosiasi dengan perwakilan napi bernama Husni.

Begitu diberi kesempatan bicara, Husni langsung membeberkan apa yang menyebabkan warga binaan melancarkan protes, yakni karena Plh Kepala LP berkata tak senonoh.

Tak lama kemudian datang Dandim 01004 Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar dan Wakil Bupati Iskandar Zulkarnain bersama Asisten I Pemerintahan Setda Aceh Tamiang, Mix Donal.

Di depan para pejabat itu, Husni juga menyampaikan beberapa tuntutan napi. Di antaranya, batas jam bertamu hendaknya diperpanjang dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB. Mereka juga minta disediakan WC di ruang besuk, sehingga pengunjung tak harus buang hajat ke WC di dalam blok tahanan. (Baca: Ujung-ujungnya Minta ‘Bilik Asmara’)

 Tiga luka  
Dalam peristiwa itu tiga penghuni LP yang selama ini dipercayakan menjaga pintu LP (sebagai tenaga tamping) terluka. Mereka adalah Danu, Riski, dan Ari. Karena terluka, ketiganya harus dirawat di RSU Aceh Tamiang.

Sementara itu, Plh Kepala LP Kualasimpang, Tri Budi Haryoko yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, teguran yang ia lontarkan pada hari Kamis lalu bukan bermaksud melecehkan napi. Perkataan itu spontan ke luar saat ia melihat seorang napi membawa istrinya ke kamar mandi yang berada di blok tahanan. Padahal, blok E itu terlarang bagi pengunjung, sekalipun dia istri napi.

Atas perkataan yang di luar kontrol tersebut, Tri Budi melalui KPLP mengaku sudah meminta maaf kepada para napi beberapa menit setelah kejadian pada hari Kamis lalu. Tapi terhadap insiden kemarin ia belum mau berkomentar banyak.

Insiden pembakaran LP itu telah “mengundang” datangnya Kakanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi MH dan rombongan dari Banda Aceh kemarin siang ke Kualasimpang. (md)

tuntutan napi
* Sediakan “bilik asmara” di LP
* Perpanjang batas jam tamu mengunjungi napi dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00 WIB
* Umumkan remisi secara transparan
* Sediakan WC/toilet untuk tamu
* Urusan cuti napi untuk mengunjungi keluarga jangan dipersulit
* Ganti Kepala LP Kualasimpang
* Napi diizinkan menjenguk orang tuanya yang meninggal. (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id