Satpol PP Banda Aceh Gelar Operasi Yustisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Satpol PP Banda Aceh Gelar Operasi Yustisi

Foto Satpol PP Banda Aceh Gelar Operasi Yustisi

* Dua Pemilik IMB Didenda Rp 500.000

BANDA ACEH – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh, Jumat (1/4) menggelar operasi Yustisi yaitu penertiban Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan  Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Dalam operasi tersebut tim menemukan dua unit bangunan tanpa IMB plus dua tempat tanpa SITU.

Untuk bangunan yang tak memiliki atau menyalahi IMB dan tak memiliki SITU, Jumat kemarin langsung di siadang di Pengadilan Negeri ( PN) Banda Aceh. Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Cahyo SH itu, untuk kedua pelanggar tersangkut IMB itu hanya dikenakan denda untuk masing-masing pemilik yaitu Rp 500.000.

Kedua pelanggar IMB itu yakni, Junaidi, pemilik bangunan toko di Jalan Tepi Kali Gp Baru Kecamatan Baiturrahman yang melanggar Qanun Qanun No 10 Tahun 2004 Pasal 103 ayat 2 Jo Pasal 81 A Tentang bangunan gedung tidak memiliki IMB. Sedangkan Fariadi, pemilik bangunan toko di Jalan Prof Ali Hasyimi Gp Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, juga didenda Rp 500.000   karena melanggar Qanun No 10 Tahun 2004 Pasal 103 ayat 2 Jo Pasal 81 B tentang bangunan gedung menyalahi IMB.

Sedangkan dua pemilik usaha yang tak memiliki SITU yang juga disidang kemarin adalah, Anirul Yadi dan Zulfikri Bustaman, masing-masing pemilik usaha Warnet di Surin dan Warkop di Lamseupeung melanggar Qanun No 4 Tahun 2003 Tentang Retribusi Izin Tempat Usaha, Pasal 33 Ayat (1) Jo Pasal 7 Ayat (1), dengan denda masing-masing Rp 200.000.

Enam Kasus dalam Proses
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi kemarin mengatakan, 4 dari 10 pelanggar itu disidangkan Jumat (1/4) pada pukul 10.00 WIB di Pengadilan Negeri Banda Aceh. “Selama ini terkesan Satpol PP dan WH hanya menindak pelanggar syariah saja, padahal berdasarkan tupoksi kami juga menindak pelanggar SITU dan IMB seperti tertuang di dalam qanun,” ujarnya.

Sedangkan enam pelanggar lainnya akan diproses oleh PPNS Satpol PP & WH B. Aceh, dan akan dilimpahkan dalam sidang tipiring selanjutnya. Menurut Yusnardi, operasi tersebut akan terus dilaksanakan setipa hari. Dengan harapan kasus tipiring itu akan dapat disidang setiap minggu.(fit) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id