4 Nelayan Sudah Seminggu Ditahan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

4 Nelayan Sudah Seminggu Ditahan

Foto 4 Nelayan Sudah Seminggu Ditahan

BANDA ACEH – Empat nelayan tradisional asal Aceh Tamiang yang ditangkap otoritas Malaysia, Jumat (25/3), karena memasuki wilayah perairan negara itu tanpa izin, hingga kini masih ditahan di Malaysia atau sudah seminggu lebih. Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah sudah memerintahkan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Aceh, Alhudri untuk menjemput mereka.

Kemarin, informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Serambi di Banda Aceh. Kadissos Aceh, Al Hudri ketika dikonfirmasi membenarkan informasi itu dan mengaku Gubernur Zaini sudah memerintahkannya untuk menjemput keempat nelayan tersebut, yakni Jasliandi (36), M Yamin (26), Aditia (23), dan Abdullah (17).

Lebih dari itu, Kadissos mengaku dirinya sudah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia terkait masalah itu. “Saat mendengar kabar itu, saya langsung berkomunikasi dengan pejabat KBRI bernama Aliya. Dia mengarahkan saya untuk menghubungi Konjen RI di Penang,” ujarnya.

Dia menambahkan, pejabat tersebut memberikan nomor kontak petugas Konjen bernama Edi, dan pada Kamis (31/3) sekira pukul 12.00 WIB Al Hudri menghubunginya. “Saya minta ke Konjen agar membantu nelayan Aceh yang ditahan karena tersesat dan tertiup angin ke perairan Malaysia. Dia jawab bahwa memasuki perairan negara lain itu pelanggaran hukum, ada prosedur yang harus dilalui,” kata Al Hudri menirukan percakapan dengan pihak Konjen di Penang.

Namun, kata Alhudri, pihak Konjen berjanji akan berkomunikasi dengan Pusat Kawalan Induk Sistem Pengawasan Maritim Lumut Perak Malaysia. “Dia berjanji segera berkomunikasi dengan otoritas Malaysia, dan akan menghubungi saya setiap ada perkembangan kasus tersebut. Tapi hingga sekarang belum ada info terkini dari pihak Konjen,” sebutnya.

Seperti diketahui, empat nelayan tradisional Aceh ditahan di Pusat Kawalan Induk Sistem Pengawasan Maritim Lumut Perak Malaysia. Boat yang yang berisi empat nelayan asal Aceh Tamiang itu terbawa angin, dan tanpa sadar memasuki perairan Malaysia.

Masih Menunggu  Arahan Konjen
KepalaDinas Sosial Aceh, Al Hudri mengatakan siap memberikan bantuan hukum kepada empat nelayan tersebut, namun pihaknya masih menunggu arahan Konjen RI di Penang. “Saya memang diperintahkan gubernur untuk membantu nelayan itu, namun Konjen meminta mereka saja yang tangani dulu. Jika situasinya mengharuskan kami ke sana, maka kami segera ke sana,” demikian Al Hudri. (fit) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id