Erni: Tak Ada Kaitan dengan Uang Jasa Medis | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Erni: Tak Ada Kaitan dengan Uang Jasa Medis

Foto Erni: Tak Ada Kaitan dengan Uang Jasa Medis

BANDA ACEH – Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh, drg Erni Rahmayani mengatakan, uang jasa medis untuk semua dokter, bidan, dan perawat di rumah sakit yang dia pimpin itu sudah dibayarkan. Jadi, sangat keliru kalau ada yang berpendapat bahwa dokter spesialis dan paramedis di rumah sakit itu memburuk pelayanannya karena uang jasa medisnya belum dibayar berbulan-bulan.

“Uang jasa medis dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah disalurkan dan tak ada persoalan lagi. Kan sudah (tersalurkan) semuanya. Ada buktinya kok di keuangan. Dan kemarin Pak Gubernur juga menegaskan bahwa kita utamakan pelayanan kemanusiaan, bukan karena uang,” ujarnya saat dikonfirmasi Serambi melalui telepon.

Di RSIA, menurutnya, jasa medis seperti gaji, tunjangan prestasi kerja (TPK), hingga tunjangan fungsional selalu diberikan dan diterima oleh pegawai tepat waktu. “Uang jasa medis itu sudah dibayar, bahkan sampai Maret karena kebablasan kemarin,” ujar Erni kemarin sore.

Sementara itu, pada siangnya beberapa bidan di rumah sakit itu mengabarkan kepada Serambi bahwa mereka belum menerima uang jasa medis sejak November 2015. “Sudah lima bulan kami tak terima uang jasa medis,” kata salah seorang bidan yang minta namanya tak dipublikasi.

Saat dikonfirmasi ulang tadi malam–setelah Dokter Erni dihubungi Serambi–bidan tersebut tetap menegaskan bahwa bidan dan perawat di rumah sakit itu belum terima uang jasa medis sejak November 2015.

Asisten Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, M Fadhil Rahmi Lc juga menyatakan, apabila Gubernur Aceh membantah seolah ada persoalan jasa medis di RSIA–seperti disiarkan Serambi kemarin–justru itulah yang menjadi persoalan utama di RSIA.

“Sampai minggu lalu atau setidaknya kemarin, menurut keterangan dari pelapor kepada kami jasa medis mereka memang tertunggak sejak Juni 2015 hingga sekarang,” kata Fadhil Rahmi saat tampil sebagai narasumber eksternal dalam talkshow membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia kemarin pagi di Serambi FM.

Berdasarkan laporan yang diterima Ombudsman, kata Fadhil, ada dokter yang mundur dari RSIA karena uang jasa medisnya tidak beres. Dokter tersebut adalah dr Serida Aini SpOG yang bekerja di RSIA

mulai akhir Mei hingga medio Desember 2015. “Tapi karena jasa medisnya belum dibayar beberapa bulan, maka ia menyurati Direktur RSIA untuk tidak bertugas lagi di rumah sakit tersebut. Jadi, apabila dikatakan dia tidak berada di rumah sakit saat Suryani hendak bersalin, itu memang iya. Tapi itu sudah sejak 17 Desember 2015 dengan surat yang sudah beliau kirimkan kepada direktur,” kata Fadhil Rahmi.

Pihaknya menginginkan agar Gubernur Aceh membentuk tim khusus untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di RSIA. Selain itu, upaya perbaikan yang dilakukan hendaknya tidak hanya pada strukturnya saja, tapi juga mencakup pelayanan yang lain.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah Aceh, Rita Masyita Ridwan MKes yang dikonfirmasi tadi malam mengatakan, pihaknya telah mentransfer uang jasa medis ke RSIA Banda Aceh untuk bulan pelayanan Januari 2016 pada 17 Maret 2016.

Tapi untuk bulan pelayanan Februari 2016 belum ditransfer, karena RSIA baru saja menyerahkan berkas klaim ke BPJS pada Kamis, 31 Maret 2016. “Rata-rata 15 hari setelah berkas lengkap klaim diterima, langsung kita transfer, dan ini kontinyu setiap bulan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden. “Kita juga sadar, uang ini sangat dibutuhkan, makanya cepat-cepat kita kirim begitu berkas diserahkan lengkap ,” kata Rita Masyita kepada Serambi.

Jika klaim untuk bulan Januari 2016 saja sudah ditransfer, kata dia, maka untuk bulan-bulan lain di bawahnya pastilah sudah dikirim ke rekening milik rumah sakit Pemerintah Aceh itu.

Ditanya, kapan transfer untuk bulan pelayanan Juni 2015–karena ada dokter yang mengaku hingga kini belum terima jerih payah bulan Juni 2015–Rita menyebut telah mentransfer uang pada 31 Agustus 2015. “Untuk bulan pelayanan Juni, mereka menyerahkan berkas pada 31 Juli 2015, lalu kita transfer pada 31 Agustus 2015,” kata Rita.

Sedangkan untuk bulan pelayanan November 2015, uangnya ditransfer pada 19 Januari 2016 lantaran berkasnya baru diterima pada 29 Desember 2015. “Intinya, kita tidak menunda-nunda pembayaran klaim. Sepanjang berkasnya lengkap, langsung kita proses,” ucap Rita.(una/dik/mas/mir) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id