Pembangunan Fly Over Terhambat Tiang Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembangunan Fly Over Terhambat Tiang Listrik

Foto Pembangunan Fly Over Terhambat Tiang Listrik

BANDA ACEH – Pembangunan Fly Over Simpang Surabaya, Kota Banda Aceh terhambat tiang listrik milik PLN yang belum dipindahkan. Pembangunan jalan layang itu setiap hari di persimpangan itu terjadi kemacetan lalulintas.

Kemacetan semakin padat pada jam sibuk terutama dari di arah Jalan T Imum Luengbata dan Jalan T Chik Ditiro yang telah disekat, sehingga menyempit di area antrean kendaraan lampu lalu lintas. Selain itu, debu bekas pembongkaran median jalan juga berterbangan saat ditiup angin pada siang hari.

Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Aceh, Ir Zamzami kepada Serambi mengatakan, banyaknya jaringan dan tiang listrik, pipa air yang belum dipindahkan menyebabkan arus lalu lintas terganggu, dan dikhawatirkan dapat memperlambat pekerjaan. “Jika pemindahan utilitas itu berlangsung lama, maka pekerjaan kami juga akan terganggu,” kata dia.

Padahal menurutnya, pelaksana proyek aktif membicarakan hal tersebut dengan pihak PLN terkait tiang listrik, dan PDAM soal pipa air di jembatan Jalan T Chik Ditiro. “Waktu kami mepet, tahun 2017 fly over itu harus sudah siap. Sesuai kontrak, utilitas hanya boleh dipindahkan oleh perusahaan bersangkutan,” ujar Zamzami, dan menyebut sesuai jadwal, sepanjang 880 meter median jalan T Imum Luengbata dan T Chik Ditiro saat ini harus sudah terpagar.

“Ada belasan tiang listrik di sisi kanan dan belasan lagi di sisi kiri jalan yang belum dipindah. Sebenarnya jalan itu bisa lebih lebar sehingga kemacetan tidak sampai seperti itu,” katanya.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Aceh, Said Mukarram yang dihubungi Serambi tadi malam mengatakan, hingga saat ini belum ada kesepakatan atau penanggung jawab pemindahan aset PLN di Simpang Surabaya itu. Disebutkan, biaya pemindahan tiang dan jaringan lsitrik itu mencapai Rp 3 miliar lebih.

“Sampai sekarang belum ada kesepakatan siapa yang bakal menanggung biaya tersebut. Ada 7 penyulang, 6,5 Kms (kilometer sirkuit) SUTM, 1,64 Kms SUTR, dan 3 unit gardu yang harus dipindah dan total biaya Rp 3.221.031.000,” sebutnya.(fit) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id