Mengabdi di Bumi Para Wali | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mengabdi di Bumi Para Wali

Foto Mengabdi di Bumi Para Wali

OLEH EZI AZWAR ANZARUDDIN, Ketua Informasi dan Komunikasi PPI Hadhramaut Yaman, alumnus Ummul Ayman asal Pidie, melaporkan dari Tarim, Yaman

DIPERCAYA menjadi Ketua Informasi dan Komunikasi (Infokom) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut-Yaman merupakan amanah besar bagi saya saat ini. Dengan izin Allah, saya akan jalankan tugas ini semampu saya, dengan niat mengabdi atau berkhidmat untuk umat (masyarakat Indonesia yang tinggal di sini).

Ini adalah momen berharga bagi saya. Selain bisa membantu orang lain, diamanahkan menjadi Ketua Infokom PPI Hadhramaut juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru. Dan pastinya, belajar adalah prioritas nomor satu saya dan teman-teman sesama pelajar asal Indonesia di sini.

Saat ini saya kuliah semester delapan di Fakultas Syari’ah Wal Qanun (Syariah dan Hukum) di Universitas Al-Ahgaff. Di sela-sela waktu luang kuliah, kami pengurus PPI Hadhramaut-Yaman mengisi waktu luang untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di “Bumi Para Wali” ini.

PPI merupakan organisasi pelajar Indonesia terbesar di dunia. Anggotanya terdiri atas pelajar warga negara Indonesia yang sedang menuntut ilmu dalam berbagai strata pendidikan tinggi (S1, S2, S3, dan post-doktoral) di berbagai negara.

PPI sudah ada di berbagai negara yang menampung pelajar asal Indonesia. PPI dari semua negara mempunyai satu induk, yaitu PPI Dunia/OISAA. PPI Dunia saat ini dipimpin Steven Guntur yang berkedudukan di Rusia.

PPI Yaman sendiri memiliki lima cabang, yaitu: PPI Sana’a, Hadhramaut, Aden, Hudaidah, dan PPI Zabid. Tahun ini, PPI Yaman yang diketuai Muhammad Abdul Muhith menetapkan kantor pusatnya di Provinsi Hadhramaut, mengingat di provinsi inilah yang paling banyak pelajar Indonesia berada saat ini dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Yaman.

Salah satu tugas PPI adalah memudahkan proses belajar para pelajar asal Indonesia. Semua kebutuhan pelajar yang bukan kewajiban pribadi dibantu oleh PPI. Misalnya, mengurus perpanjangan paspor, mengurus pemberangkatan jamaah haji, mengurus evakuasi (jika terjadi chaos politik atau karena bencana alam), dan banyak hal lainnya yang menjadi tanggung jawab PPI.

Salah satu agenda kerja saya bulan ini sebagai Koordinator Departemen Infomasi dan Komunikasi adalah mendata ulang semua pelajar Indonesia yang tinggal di Hadhramaut. Hal ini harus dilakukan karena jumlah pelajar Indonesia di Hadhramaut mengalami perubahan setelah adanya evakuasi besar-besaran tahun lalu lantaran konflik politik berkecamuk di Yaman.

Alhamdulilah, sensus tersebut berjalan lancar. Dari data sensus yang saya pegang saat ini, pelajar Indonesia yang tinggal di Hadhramaut berjumlah 815 orang. Mereka semua belajar di delapan lembaga pendidikan yang berbeda.

Dari 815 orang itu, 299 di antaranya belajar di Darul Musthafa. Sebanyak 145 orang merupakan mahasiswa Universitas Al-Ahgaff, 43 orang lagi mahasiswa Universitas Asy-Syafi’iyah, 28 orang belajar di Madrasah Al-’Idrus, 15 orang belajar di Ribath Hauthoh, tujuh orang belajar di Ribath Al-Fatah Wal Imdad, dan dua orang lagi belajar di Ribath Al-Muhajir. Sedangkan pelajar Indonesia yang tinggal di Tarim saja mencapai 107 orang.

Selain sensus pelajar, Departemen Infokom PPI Hadhramaut bulan ini juga menerbitkan buletin yang kami beri nama Progresif. Untuk edisi ini, tema yang diangkat sebagai laporan utamanya adalah isu yang sedang hangat di Indonesia, yaitu bahaya LGBT (lesbi, gay, biseks, dan transgender).

Buletin ini kami terbitkan untuk menginformasikan kepada para pelajar di sini hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan di Indonesia agar pelajar di sini bisa mempersiapkan apa yang sedang dibutuhkan Indonesia untuk mewujudkan negara yang lebih baik menurut ajaran Islam khususnya. Inilah, antara lain, kiprah dan bakti kami di negeri Bumi Para Wali. Semoga keberadaan PPI Hadhramaut bisa bermanfaat bagi pelajar di sini dan masyarakat Indonesia umumnya. Amin.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id